Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Stephen Dan Ibunya, Nicole (Foto: Facebook Via Cafemom)
Dream - Serangan stroke identik dengan kondisi yang terjadi usia lanjut di usia 40 tahun ke atas. Stroke rupanya juga bisa menyerang anak-anak. Seperti yang terjadi pada Stephen Comer, bocah 7 tahun asal Ohio, Amerika Serikat.
Dari cerita Nicole, ibunda Comer, melalui video yang dibuat oleh American Heart Association, awalnya Stephen merasa sakit kepala saat bermain pola. Lalu di tengah permainan bocah tersebut pingsan dan tak ada respons sama sekali.
" Saat aku memintanya duduk tak ada respons sama sekali darinya, ia malah berbaring di lapangan. Butuh beberapa detik aku menyadarinya," kata Nicole seperti dikutip dari CafeMom
Nicole segera melarikan putranya ke Akron Children's Hospital. Pemeriksaan MRI pun dilakukan dan diketahui kalau Stephen mengalami stroke.
Dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi dan mengirimnya ke rumah sakit yang lebih besar.
Stephen akhirnya dikirimkan ke Cleveland Clinic Children's menggunakan helikopter. " Aku tak pernah tahu kalau anak bisa terserang stroke, ia tak punya riwayat penyakit sebelumnya," ungkap Nicole.
© Dream
Kasus stroke terjadi pada 12 anak di tiap 100.000 anak tiap tahunnya. Faktanya stroke adalah pemicu kematian anak tertinggi keenam.
Stroke terjadi ketika aliran darah ke area otak terhalang atau terganggu, baik oleh gumpalan darah atau pembuluh darah yang rusak.
Ketika salah satu dari hal-hal ini terjadi, sel-sel otak mulai mati dan kerusakan otak dapat terjadi. Stephen mengalami hal tersebut dan ia menjalan prosedur operasi angioplasty untuk menyingkirkan gumpalan darah di otaknya.
Sebelum serangan terjadi, rupanya Stephen sempat mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Ia sulit berjalan dan berdiri.
" Setelah operasi kondisi Stephen membaik bahkan ia melompat-lompat dari ranjang rumah sakit," ungkap Nicole.
Sumber: CafeMom
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam