Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Makanan Manis (Shutterstock)
Dream - Istilah 'sugar rush' sering digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang tak bisa diam setelah mengonsumsi makanan manis. Seperti permen, susu manis, cokelat, cupcake dan makanan manis lainnya.
Makanan kaya gula ini memang sering disalahkan orangtua karena membuat anak-anak jadi sangat aktif, tak terkendali dan sulit diatur. Benarkah demikian? Ternyata anggapan tersebut
salah.
Gula yang terdapat dalam makan manis tak membuat anak menjadi hiperaktif. Anggapan yang salah itu muncul karena pada 1973, dr Feingold, seorang dokter anak yang menyarankan agar
para anak-anak yang memiliki masalah hiperaktivitas untuk tidak mengonsumsi makanan dengan pewarna dan perasa buatan.
Meskipun secara spesifik metode yang dikenal dengan Feingold Diet ini tak menjelaskan soal hubungan gula dengan hiperaktivitas, tapi banyak orang yang kemudian menyimpulkan sendiri.
Makanan manis dianggap adiktif seperti makanan yang memiliki perasa buatan dan bisa memicu hiperaktivitas.
" Sebuah studi pada 1995 dalam Journal of the American Medical Association mengungkap kalau sugar tidak memicu hiperaktivitas pada anak. Tapi memang memiliki efek buruk pada kesehatan anak jika dikonsumsi secara berlebihan," ujar Allan Ashley, seorang ahli gizi, seperti dikutip dari Verywell.
Fakta sebenarnya adalah, makanan kaya gula, seperti cemilan yang sangat manis, permen dan cokelat memiliki kalori tinggi. Tetapi sangat sedikit kadar nutrisinya seperti vitamin dan mineral. Padahal anak-anak membutuhkan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhannya.
" Lalu makanan manis jadi salah satu pemicu utama anak mengalami obesitas. Jadi hindari memberikan susu formula yang kadar gulanya tinggi, kue-kue manis, es krim atau makanan manis lainnya dalam porsi banyak. Tetap harus dikontrol," ungkap Ashley.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol