8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ibu Hamil Berolahraga
Dream - Saat tahu tengah berbadan dua, jangan segera menghentikan aktivitas olahraga yang biasa Anda lakukan, kecuali jika melakukan olahraga ekstrem. Memang kadang rasa mual dan pusing datang tiba-tiba karena kondisi hormon.
Jika kondisi sudah stabil dan bisa beraktivitas normal, rutinlah berolahraga. Tak perlu yang terlalu rumit, cukup berjalan kaki setiap pagi atau sore. Aktivitas fisik secara teratur akan sangat membantu peredaran darah lebih lancar, membuat level stres menurun, melatih pernapasan, juga menguatkan fisik.
Olahraga ringan juga disarankan untuk para ibu hamil yang mengalami gestational diabetes atau diabetes kehamilan. Kondisi tersebut membuat ibu hamil memiliki tingkat glukosa darah
lebih tinggi dari normal. Hal ini bisa terjadi karena perubahan hormon-hormon dalam tubuhnya membuat kerja insulin jadi tidak efektif.
" Pemeriksaan kehamilan dan kesehatan rutin meliputi pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar gula serta kolestrol sangat penting dilakukan bagi ibu hamil untuk melawan
diabetes," ujar dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Direktur Pencegahan & Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, saat ditemui di Jakarta, Selasa 14 November
2017.
Kondisi diabetes ini tak boleh dibiarkan, ibu harus diberikan terapi pengobatan khusus oleh dokter kandungan agar kesehatan diri dan bayinya tetap terjaga. Hal yang tak kalah penting
adalah mengontrol pola makan yang seimbang, seperti mengurangi asupan nasi putih dan makanan manis.
Olahraga ringan juga jadi kunci penting untuk mengontrol level gula darah tetap terkendali, baik saat kehamilan dan setelah persalinan. Untuk itu, jika memiliki riwayat diabetes atau mengalami diabetes saat hamil, konsultasi lebih intensif dengan dokter kandungan Anda. Tetap berolahraga seperti biasa dan mengonsumsi asupan seimbang.
" Dengan beraktivitas fisik, kadar gula, lemak dan kalori dapat tersimpan secara seimbang. Idealnya, ibu hamil diharuskan untuk mengonsumsi sekitar 2.000 kalori. Tentunya, jumlah kalori sebanyak itu harus diimbangi dengan adanya aktivitas fisik," ujar dr. Lily
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian