Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mainan yang berserakan di ruang tengah, susu yang tumpah dan membuat lantai menjadi lengket, belum lagi kakak adik yang bertengkar dan saling menendang. Suasana rumah ada kalanya sangat tidak terkendali.
Sebagai orangtua, Sahabat Dream tentu harus segera mengatasi masalah ini. Bukan dengan mengomel dan memarahi anak, tapi ada cara lain yang jauh lebih efektif dan berdampak jangka panjang, yaitu membuat 'aturan rumah' yang disepakati bersama.
Apa itu aturan keluarga?
Aturan keluarga adalah pernyataan atau instruksi tertentu tentang perilaku yang diharapkan dari para anggota keluarga terutama anak-anak. Aturan keluarga dapat spesifik untuk suatu situasi, seperti aturan makan dan keselamatan, dan aturan dasar tertentu seperti 'tidak boleh berlari, memukul atau merusak barang-barang di rumah'.
© Dream
Seringkali kita mendengar orang berkata, "dia berasal dari keluarga yang baik". Jadi, apa yang membuat 'keluarga baik'? Memiliki peraturan adalah salah satu dasar untuk keluarga yang baik.
"Anak-anak yang tinggal di rumah dengan seperangkat aturan, kemungkinan besar akan terbiasa mengontrol dirinya. Bagaimana bersikap, tahu segala sesuatu akan ada konsekuensinya, memiliki pemikiran panjang dan berusaha menaati aturan demi semua orang," kata Kalpana, seorang psikolog keluarga, seperti dikutip dari MomJunction.
Ketika semua anggota mengikuti aturan, akan membantu mereka menjalani kehidupan yang harmonis, dan juga setiap individu tahu tentang tanggung jawab mereka terhadap yang lain dalam keluarga.
© Dream
Aturan keluarga juga akan membuat anak terbiasa dengan ritme hidup yang disiplin. Anak tahu tugas dan kewajibannya. Kapan ia harus bangun pagi, menyiapkan seragamnya sendiri, tugas sekolah, tak perlu lagi 'dicereweti' orangtuanya.
"Aturan membantu anak terbiasa bersikap disiplin membuat rutinitas harian berjalan lebih mulus. Hal ini jadi modal anak saat di sekolah dengan aturan ketat, saat berorganisasi, termasuk di lingkungan kerja yang kemudian hari bakal dimasukinya, sehingga tak lagi kaget," ungkap Kalpana.
Anak-anak pun jadi mengerti mana perilaku mana yang 'baik' dan mana yang 'tidak baik'. Mereka akan lebih peka pada keadaan, dan tahu cara bersikap.
© Dream
Bagaimana cara membuat aturan di rumah efektif? Langkah pertama adalah buka diskusi dengan seluruh anggota keluarga, pada anak yang lebih kecil jelaskan kalau ada hal yang harus diikutinya karena merupakan aturan keluarga.
Dari diskusi, buat kesepakatan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Jelaskan secara detail pada anak mengapa sebuah larangan diterapkan dan bakal ada konsekuensinya.
© Dream
Cetak aturan tersebut dan tempel di papan. Hal ini bisa jadi pengingat seluruh anggota keluarga kapan pun. Aturan yang bisa diterapkan antara lain gunakan suara yang lembut saat berbicara, tak boleh berteriak.

Selalu mengucapkan 'tolong', 'maaf' dan 'terima kasih'. Izin setiap akan keluar rumah, salat di awal waktu, selalu membereskan mainan setelah bermain, harus membersihkan jika mengotori/ menumpahkan sesuatu. Bisa juga aturan lain yang dirasa sangat perlu ditulis.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti