8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Liam Robson (Foto: KidSpot)
Dream - Dokter menganjurkan untuk selalu memeriksakan janin dalam kandungan tiap bulannya bahkan dua kali dalam satu bulan, tentu dengan alasan khusus. Salah satunya adalah agar jika terdapat kelainan atau masalah bisa diketahui dengan cepat dan segera dicari solusinya.
Seperti yang dialami Angela Wilkinson, ibu dari Liam Robson, yang tinggal di Nw South Wales, Australia. Saat hamil 20 minggu Angela memeriksakan kehamilannya. Dokter yang memeriksa curiga dengan perkembangan otak janinnya. Pemeriksaan lebih detail pun dilakukan.
" Dokter menyadari ada yang aneh, ternyata otak janinku tak berkembang dengan normal. Saat itu dokter belum bisa mengetahui secara jelas kondisinya," ujar Angela, seperti dikutip dari KidSpot.
Angela dan suaminya, Scott, lalu mencari opini dokter lain. Hasilnya sama, kondisi otak janin tak berkembang normal. Fakta bahwa kondisi janinnya tidak sehat, tak lantas membuat Angela menggugurkan kandungannya.
" Aku dan suamiku berkomitmen untuk tetap mempertahankan kehamilan apapun yang terjadi dan memberikan kesempatan pada anak kami untuk berjuang karena ia pantas mendapatkannya," ungkap Angela.

Pada 17 Desember 2013, lahirlah Liam Robson. Kondisi Liam setelah dilahirkan memiliki 13 jari tangan dan jari kaki, ia juga mengalami celah bibir langit atau sumbing. Tapi saat itu Liam bernapas dengan cukup baik.
" Setelah dilahirkan, Liam langsung masuk NICU (neonatal intensive care unit) saat itu aku merasa kalau anakku akan baik-baik saja dan berjuang demi kehidupannya. Dokter pun melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Liam," kata Angela.
Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau Liam mengalami Joubert Syndrome, yaitu kondisi kelainan otak yang berdampak pada ketidakmampuan otak dalam fungsi keseimbangan dan koordinasi.
Penyakit ini termasuk langka dan bisa berdampak pada kondisi lain lainnya. Seperti memicu penyakit ginjal, kebutaan atau kelebihan organ tubuh. Saat ini Liam masih bisa bermain dengan dua kakaknya. Tapi sederet operasi telah dilakukanya dan ia mampu bertahan hingga usia 3 tahun.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian