Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dot Bayi
Dream - Melepas ketergantungan anak dari memakai dot memang perlu kesabaran. Karena sudah terbiasa, anak akan merasa nyaman dengan dot sehingga memicu tangisan ketika dipisahkan dengan benda tersebut.
Menurut pakar neuropsikologis anak Rumah Sakit Evangelical Pennsylvania, Richard Dowell, ketergantungan pada dot terjadi karena anak memiliki kebiasaan alami untuk terus mengisap sesuatu.
Refleks tersebut dilakukan secara tidak disadari karena bayi selalu mencari ketenangan. Itu sebabnya, bayi yang terbiasa memakai dot juga akan mengisap ibu jarinya.
Idealnya, bayi akan mencari sumber ketenangan lainnya ketika beranjak usia dua tahun. Selain itu, pemakaian dot juga sebaiknya dihentikan setelah usia tersebut agar tidak memengaruhi bentuk gigi si kecil. Lalu, bagaimana cara membuatnya lepas dari dot kesayangan?
1. Hari pertama
Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memberitahu si kecil bahwa, ia harus melepas dot kesayangannya. Jangan lakukan tanpa memberitahu anak, karena mereka justru akan merasa kehilangan. Beritahu mereka dengan cara yang lembut, berikan semangat agar dan mampu melakukannya. Jangan terdengar seperti menuntut, agar psikis anak tidak tertekan.
2. Hari kedua
Ulangi pembicaraan yang sama degan si kecil. Berikan tekanan bahwa esok hari, mereka akan mulai bisa melepaskan dot kesayangannya. Anak mungkin belum juga mengerti, maka itu kesabaran harus menjadi kunci utama.
3. Hari Ketiga
Ingatkan anak bahwa hari ini mereka harus mencoba melepaskan dotnya perlahan-lahan. Walaupun si kecil protes, Anda boleh tetap mengambil dot dan memasukannya ke kantung plastik.
4. Hari keempat
Berikan si kecil banyak pengalih perhatian. Mainan, camilan, susu kotak, atau aktivitas lain. Jika ia mulai mencari dot, tawarkan permainan seru atau susu kotak. Ajari si kecil menggunakan sedotan. Biasanya mereka akan lebih tertantang.
Berikan pemahaman bahwa dot tersebut tidak akan berguna lagi untuknya dan akan didaur ulang menjadi sebuah mainan. Ganti dot anak dengan mainan baru sebagai hadiah. Dengan begitu, anak tidak akan merasa terlalu kehilangan.
Cara apapun yang Anda tempuh memang tidak akan berjalan mulus. Pastinya akan ada banyak tangisan dan amukan. Anak bisa jadi menangis behari-hari karena mencari dot miliknya, namun selama Anda sabar, maka anak juga akan ikut sabar dan menerima situasi.
Kuncinya adalah, jangan dengan mudah luluh dengan tangisan anak. Tahan kesabaran Anda, jangan gegabah untuk terburu-buru mengembalikan dot kepadanya. Hal tersebut hanya akan membuat usaha dari hari pertama gagal dalam sekejap.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Parents
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Sudah Rajin ke Gym tapi Hasil Tak Terlihat? Ini 8 Kesalahan yang Menghambat Progres

Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya
