10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Anak Menggunakan Kacamata (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesehatan mata anak seringkali kurang diperhatikan orangtua hingga muncul keluhan. Biasanya anak mengeluh tak bisa melihat jelas tulisan di buku atau papan tulis di sekolah. Saat ini anak usia sekolah dasar banyak yang sudah mengenakan kacamata, yang sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan yang sehat.
Menurut data World Health Organisation (WHO) tahun 2017, terdapat 19 juta orang anak berusia di bawah 15 tahun yang rusak indera penglihatannya. Pemicu terbesar masalah mata anak adalah refractive error atau kesalahan refraksi.
Kesalahan refraksi ini kondisi di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat terfokus pada retina, sehingga menghasilkan gambar yang kabur. Menurut dokter spesialis mata anak, Scarlett G. Cacayuran, kesalahan refraksi dapat terbagi menjadi beberapa bentuk umum, seperti miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder).
" Miopi merupakan kondisi dimana cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Hipermetropi terjadi karena jatuhnya cahaya yang melebihi posisi retina. Sedangkan astigmatisme merupakan ketidakmampuan mata dalam menyatukan bayangan," ujar dokter Scarlett saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Ketiga kondisi tersebut dapat dipicu karena faktor garis keturunan, lingkungan sekitar, dan kebiasaan anak. Orangtua yang membawa gen cacat mata membuat anak berpotensi mendapatkan kondisi serupa.
Aktivitas anak di dalam ruangan juga perlu dibatasi, mereka harus bermain di luar rumah karena melatih matanya melihat area yang luas. Sebaiknya main di luar saat cuaca tidak panas.
" Beri waktu maksimal 45 menit untuk mereka bermain di luar, serta gunakan sunglasses. Secara tidak disadari, paparan sinar UV dari matahari dapat merusak retina mata," ungkap dokter Scarlett.
Hal yang juga harus dikontrol adalah kebiasaan anak menggunakan gadget dan cara membaca. Terlalu lama bermain gadget serta membaca terlalu dekat dapat memicu cacat mata. Tak hanya itu, gadget memancarkan sinar biru (bluelight) yang bisa merusak mata.
" Pastikan saat anak bermain gadget dan membaca buku, jaraknya minimum 30 cm. Selain itu, jangan biarkan anak bermain gadget dan membaca di ruangan gelap karena dapat memperbesar risiko cacat mata," jelas dr. Scarlett.
Laporan Annisa Mutiara
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli