Senin, 19 Oktober 2026 Cari

Langkah Penting Agar Buah Hati Tak Mengalami Cacat Mata

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 20 Oktober 2017 19:24
Langkah Penting Agar Buah Hati Tak Mengalami Cacat Mata
Kebiasaan bermain gadget dan membaca terlalu dekat jadi salah satu pemicu rabun jauh pada anak.

Dream - Kesehatan mata anak seringkali kurang diperhatikan orangtua hingga muncul keluhan. Biasanya anak mengeluh tak bisa melihat jelas tulisan di buku atau papan tulis di sekolah. Saat ini anak usia sekolah dasar banyak yang sudah mengenakan kacamata, yang sebenarnya bisa dicegah dengan kebiasaan yang sehat.

Menurut data World Health Organisation (WHO) tahun 2017, terdapat 19 juta orang anak berusia di bawah 15 tahun yang rusak indera penglihatannya. Pemicu terbesar masalah mata anak adalah refractive error atau kesalahan refraksi.

Kesalahan refraksi ini kondisi di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat terfokus pada retina, sehingga menghasilkan gambar yang kabur. Menurut dokter spesialis mata anak, Scarlett G. Cacayuran, kesalahan refraksi dapat terbagi menjadi beberapa bentuk umum, seperti miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder).

" Miopi merupakan kondisi dimana cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina. Hipermetropi terjadi karena jatuhnya cahaya yang melebihi posisi retina. Sedangkan astigmatisme merupakan ketidakmampuan mata dalam menyatukan bayangan," ujar dokter Scarlett saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Ketiga kondisi tersebut dapat dipicu karena faktor garis keturunan, lingkungan sekitar, dan kebiasaan anak. Orangtua yang membawa gen cacat mata membuat anak berpotensi mendapatkan kondisi serupa.

Aktivitas anak di dalam ruangan juga perlu dibatasi, mereka harus bermain di luar rumah karena melatih matanya melihat area yang luas. Sebaiknya main di luar saat cuaca tidak panas.

" Beri waktu maksimal 45 menit untuk mereka bermain di luar, serta gunakan sunglasses. Secara tidak disadari, paparan sinar UV dari matahari dapat merusak retina mata," ungkap dokter Scarlett.

Hal yang juga harus dikontrol adalah kebiasaan anak menggunakan gadget dan cara membaca. Terlalu lama bermain gadget serta membaca terlalu dekat dapat memicu cacat mata. Tak hanya itu, gadget memancarkan sinar biru (bluelight) yang bisa merusak mata.

" Pastikan saat anak bermain gadget dan membaca buku, jaraknya minimum 30 cm. Selain itu, jangan biarkan anak bermain gadget dan membaca di ruangan gelap karena dapat memperbesar risiko cacat mata," jelas dr. Scarlett.

Laporan Annisa Mutiara

Beri Komentar