Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Langkah Penting Tenangkan Buah Hati yang Mudah Cemas

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 4 Juni 2017 17:06
Langkah Penting Tenangkan Buah Hati yang Mudah Cemas
Orangtua sebaiknya jangan menularkan kecemasan atau menakut-nakuti anak.

Dream - Pada anak-anak, kecemasan sering terjadi dalam berbagai situasi. Mulai dari sekolah baru atau lingkungan asing dan bertemu orang baru. Ada anak yang dengan mudah melupakan rasa khawatir tersebut, tapi ada juga yang tak bisa menghilangkannya begitu saja.

Mereka pun jadi mudah panik, pemalu dan menarik diri. Beberapa anak memang ada yang tak bisa mengatasi level cemasnya da membutuhkan bantuan untuk mengatasinya.

" Orangtua sebaiknya jangan menularkan kecemasan atau menakut-nakuti anak, karena itu akan berdampak pada kondisi psikologisnya. Untuk membantu anak mengatasi rasa cemasnya
yang berlebihan, ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan orangtua," ujar Anna Cohen, seorang psikolog anak seperti dikutip dari KidSpot.

Jadilah teladan yang baik
Anak-anak seperti spons, ia menyerap perilaku dan kecemasan orang-orang di sekitarnya. Jika anak mudah panik, cemas dan emosinya tak stabil, coba lihat kembali kebiasaan Anda saat
menghadapinya. Bisa jadi karena orangtua mudah cemas, anak jadi mengikutinya.

" Jadilah contoh yang baik. Meskipun sulit untuk menjaga ketenangan setiap saat, penting untuk mengingat untuk mengatasi kecemasan sendiri sebelum membantu anak menangani kecemasannya. Saat panik, tarik napas panjang dan buang secara perlahan, masukkan oksigen ke otak sebanyak mungkin agar pikiran lebih tenang," ujar Cohen.

Tarik napas panjang dan buang perlahan ini harus Anda lakukan saat dilanda cemas. Lalu ajarkan anak untuk melakukannya ketika ia merasa panik. Cara ini sangat membantu menstabilkan emosi.

Jangan terlalu menekan
Kadang kita punya keinginan besar dan target yang tinggi pada anak terkait tugas sekolah dan prestasi akademiknya. Hal tersebut jadi pemicu utama kecemasan pada anak. Untuk itu
mulailah kurangi tekanan-tekanan tersebut.

" Kadang tekanan itu malah jadi penghambat anak untuk berprestasi, pastikan saja anak menikmati waktunya di sekolah dan tidak merasa terbebani," kata Cohen.

 

Beri Komentar