Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Anak Belajar Berpuasa (Foto: Shutterstock)
Dream - Ramadan sudah di depan mata. Pada Kamis 17 Mei 2018, umat muslim di Indonesia akan menjalani ibadah puasa pertama di tahun ini. Manfaatkan momen ini untuk mengajarkan buah hati berpuasa.
Bukan hanya belajar menahan lapar dan dahaga namun yang terpenting adalah mengendalikan emosi. Untuk anak usia sekolah dasar, mulailah untuk memintanya berpuasa setengah hari.
Pada anak yang lebih kecil, ajak dan libatkan kegiatan selama Ramadan. Seperti bangun sahur, menyiapkan makanan untuk berbuka, membaca Alquran bersama serta salat tarawih. Bisa juga mengikuti langkah-langkah untuk melatih si kecil mengendalikan hasrat dan emosinya.
Alihkan perhatian
Saat si Kecil mulai terpancing emosinya, misalnya berebut mainan dengan saudara atau temannya, cobalah untuk mengalihkan perhatiannya ke hal yang lebih menarik, misalnya menonton tayangan TV, memutar musik, atau mengajaknya pindah ke ruangan lain. Anak yang teralih perhatiannya biasanya akan cepat melupakan rasa marahnya dan kembali ceria.
Lontarkan lelucon
Anak kecil biasanya senang melihat hal-hal yang lucu. Ibu bisa, lebih kreatif dengan menunjukkan hal-hal yang memancing tawanya, misalnya memakai topi yang lucu atau melontarkan lelucon yang disukai si kecil. Intinya, buatlah ia tertawa dan melupakan kesedihan atau kemarahannya.
Sentuh empatinya
Saat bulan puasa, tak ada salahnya mengajak si kecil untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan amal, berbagi makanan dengan anak yatim, atau bersedekah. Dengan membiasakan anak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang membawa kebaikan, empatinya akan tersentuh sehingga ia akan lebih peka terhadap sesamanya.
Selengkapnya baca di sini
Sumber: Bebeclub
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest