Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Akses untuk anak-anak mendapatkan apapun yang diinginkannya kian mudah. Semua serba online dan cepat. Padahal anak-anak butuh diajarkan untuk mengontrol diri, sabar menunggu hingga mendapat apa yang diinginkannya.
" Kemampuan mengontrol diri merupakan hal vital bagi seorang anak untuk bisa sukses. Tak semua hal bisa terjadi secara cepat," ungkap Amy Morin, seorang psikolog anak.
Dengan mengasah kemampuannya untuk mengontrol keinginan, anak akan belajar melalui proses yang panjang. Hal ini akan sangat berdampak pada kematangan psikologisnya.
Dengan kemampuan mengontrol diri yang mumpuni, anak-anak bisa mengantre dengan sabar, menunggu giliran saat bermain game dan berpikir panjang sebelum bertindak. Mereka juga cenderung lebih sukses dibanding teman-temannya karena mampu melawan tekanan teman sebaya (peer presure).
" Kontrol impuls memberikan kontribusi bagi keberhasilan akademis juga. Kontrol diri dua kali lebih penting daripada kecerdasan ketika menyangkut prestasi akademik, menurut peneliti ilmu saraf Sandra Aamodt dan Sam Wang," ungkap Morin.
Anak-anak yang dapat mengendalikan keinginannya lebih mampu berpikir tentang hal yang harus dilakukan sebelum bertindak. Mereka juga memiliki keterampilan berpikir kritis yang lebih baik untuk memecahkan masalah. Mereka dapat mentolerir lebih banyak tekanan ketika memecahkan masalah.
Lalu bagaimana cara melatih anak untuk mengontrol keinginan dirinya? Mulai sekarang jangan selalu langsung mengiyakan keinginan anak. Minta ia menunggu. Misalnya jika si kecil ingin menonton televisi, mintalah untuk menunggunya 15 hingga 20 menit lagi.
Ajak anak ikut mengantre saat membayar belanjaan. Minta anak untuk bermain secara bergantian saat di playground. Atau saat ia menginginkan mainan tertentu, ajak si kecil untuk menabung. Kuncinya adalah selalu latih si kecil untuk mengontrol keinginan dan berusaha untuk mewujudkannya dengan usaha sendiri.
Sumber: Very Well
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya