Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masa kecil merupakan masa sulit bagi anak dalam membuat keputusan yang benar. Pasalnya, mereka masih bertindak berdasarkan apa yang mereka sukai. Padahal ini bisa menjadi bekal si kecil menuju dewasa.
Kemampuan membuat keputusan sangat terkait dengan kemandirian cara berpikir dan bersikap. Tanpa dibekali dengan keputusan yang benar, ia bisa saja jatuh ke lubang yang salah.
Sebagai orangtua, disinilah peran Anda untuk mengajarkan bagaimana caranya mengambil keputusan.
Ajari dengan contoh
Perlihatkan contoh nyata agar si kecil bisa melihat dan menirunya. Misalnya ketika Sahabat Dream mengajarkan untuk melawan hasrat berbelanja barang yang tidak diperlukan. Ajak si kecil untuk pergi ke mal, dan jelaskan alasan mengapa Anda memilih tidak membeli barang tersebut. Jelaskan segala pertimbangan dan konsekuensi dari kegiatan berbelanja.
Batasi pilihan
Ketika memberi barang pada anak, pastikan untuk memberinya hanya sedikit pilihan. Keterbatasan pilihan akan mempermudah si kecil untuk lebih percaya diri dalam menemukan
pilihan yang tepat.
Ajarkan formulanya
Ada beberapa formula utama dalam melatih kemampuan membuat keputusan. Yang pertama adalah dengan memaparkan permasalahan. Apa keputusan yang harus ia ambil? Kemudian
berikan ia kesempatan untuk mencari keputusan. Ajukan pertanyaan seperti " Bagaimana jika...?"
Jangan lupa untuk memberitahu akan konsekuensi yang ia harus terima. Setelah ia berhasil membuat keputusan, lakukan evaluasi dan biarkan ia belajar dari hasil keputusannya.
Jangan pecahkan masalahnya
Kebanyakan orangtua terlalu banyak ikut campur dalam mengatasi masalah anak. Padahal ia harus dilatih sejak kecil agar dapat memecahkan masalahnya sendiri. Langkah awalnya ia harus membuat keputusan dan menerima konsekuensinya sebagai bagian dari pembelajaran yang sangat penting.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Verywell
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol