Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Main Dengan Anak (Foto: Shutterstock)
Dream - Kesibukan sering membuat kita lupa kalau anak membutuhkan waktu bersama orangtuanya. Anak-anak pun kerap mengajak kita bermain bersama. Pastikan saat diajak si kecil bermain, ayah bunda jangan malah memarahinya.
Di tengah kesibukan dan rutinitas yang padat, kita seringkali mengabaikan kebutuhan anak untuk bermain. Ada alasan penting kenapa orangtua perlu menyempatkan waktu untuk bermain dengan anak.
Zahra Zahia dalam buku Islamic Montessori menuliskan bahwa bermain merupakan dunia yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Apabila kita tidak menyempatkan waktu untuk bermain dengan mereka, berarti kita sedang menjauhkan diri terhadap kehidupan anak.
Di dalam proses mendidik anak, kita tentu memahami bahwa karakteristik, pola pikir, dan keunikan setiap anak berbeda. Cuma memang seringkali tingkah pola dan perilaku mereka sangat menguras emosi dan energi kita.
Saat mendampingi anak, penting pula untuk bersikap sabar dan lemah lembut. Saat bermain bersama anak, kita bisa mengarahkan mereka untuk menstimulasi pancaindra mereka.
Misalnya, pada anak usia 3-6 tahun, kita bisa memberi mereka kegiatan-kegiatan seperti melihat pemandangan di luar rumah, mencoba berbagai macam rasa makanan dan minuman, mendengarkan suara yang sering didengar anak, mengenalkan berbagai macam aroma, dan mengenalkan berbagai tekstur benda. Maksimalkan waktu bermain ini untuk belajar dan mengenal banyak hal supaya ke depannya mereka bisa lebih semangat dan mudah belajar hal-hal baru.
Jadi, tak perlu langsung marah dan stres ketika anak meminta kita ikut bermain dengannya. Luangkan waktu dan manfaatkan peluang ini untuk si kecil belajar dan membangun ikatan emosinya dengannya.
Laporan Endah Wijayanti/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya