Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Tumpukan Mainan Anak
Dream - Boks-boks mainan berderet dan menumpuk di tiap sudut rumah. Lemari mainan tak mampu lagi menampung. Belum lagi mainan yang ada di kamarnya. Jika kondisi rumah demikian, tandanya rumah sudah 'dijajah' dengan mainan.
Banyak mainan membutuhkan baterai, sulit untuk didaur ulang dan cepat atau lambat akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Anak-anak juga mudah bosan dan beralih ke mainan lain
dengan cepat.
Langkah pertama untuk mengatasi 'penjajahan' boks mainan ini adalah sortir tiap boks mainan. Untuk yang sudah rusak, patah, terdapat sisi yang tajam dan tak lagi bisa diperbaiki, segera
buang. Lalu untuk mainan yang sudah tak lagi dimainkan si kecil dan masih bagus masukkan ke kantong khusus. Bisa Anda donasikan atau diberikan kepada anak kerabat
Langkah kedua, jika jumlah mainan sudah berkurang dengan signifikan, jangan terlalu mudah membelikan mainan untuk anak. Ada kalanya si kecil merengek terus menerus meminta
mainan tertentu, tapi jangan lantas menuruti.
Lihatlah beberapa hari kemudian atau sepekan mendatang. Jika ia masih merengek meminta baru Anda berikan. Jika tidak, bisa saja itu keinginan 'latah' semata, sebanarnya anak tak terlalu
menginginkannya.
Langkah ketiga, terapkan 'dapatkan satu, berikan dua" . Cara ini cukup efektif untuk membuat si kecil ikut menyortir mainan yang tak lagi dimainkannya. Yaitu, jika ia ingin mainan tertentu
harus ada 2 mainan yang dikeluarkan dari boks mainan dan diberikan/ disumbangkan pada anak lain yang mebutuhkan. Untuk anak usia 6 tahun ke atas sudah bisa diterapkan metode ini.
Dengan cara tersebut, kondisi rumah pun lebih sehat dan rapi. Tak ada lagi tumpukan mainan dan boneka berdebu. Anak pun benar-benar memainkan mainan yang disukai dan
diinginkannya.
Sumber: Pre Schoool Inspiration
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa