Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Pelukan Hangat (Foto: Shutterstock)
Dream - Memanjakan dan memeluk bayi seperti 'candu'. Muncul perasaan nyaman dan menenangkan saat memeluk si kecil. Mereka pun merasakan hal yang sama. Jangan pernah berhenti melakukan ini.
Bukan hanya menyehatkan secara psikologis, tapi bisa berdampak dahsyat pada aspek kognitif atau kepintaran anak-anak. Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan tim dari Nationwide Children’s Hospital di Ohio, Amerika Serikat.
Penelitian tersebut melibat 125 bayi, baik yang lahir secara prematur maupun yang lahir di usia matang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui respons bayi pada kontak fisik.
Hasilnya menunjukkan bahwa bayi prematur merespons kasih sayang lebih rendah daripada bayi yang lahir di usia matang. Pada bayi yang mendapatkan sentuhan fisik baik dari orangtua maupun tim medis rumah sakit, menunjukkan respons otak yang lebih kuat.
" Sentuhan fisik atau mengayunkan bayi di lengan akan membuat perbedaan besar dalam menentukan bagaimana otak mereka berkembang. Pastikan bayi prematur juga menerima sentuhan positif dan suportif seperti perawatan skin to skin oleh orangtua. Ini sangat sangat penting bagi perkembangannya," ujar Dr. Nathalie Maitre, salah satu peneliti.
Pada dasarnya, kasih sayang sangat penting untuk perkembangan otak anak. Jadi, peluk bayi dan anak-anak kesayangan sebanyak yang Anda bisa.
Sumber: Newsner