Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Bangun Kedekatan Dengan Anak (Foto: Shuttterstock)
Dream - Pola asuh sehari-hari tentunya akan sangat berdampak pada tumbuh kembang buah hati. Tak hanya itu, asupan gizi, pendidikan serta kemampuan sosial juga berperan begitu besar pada masa depan anak nantinya.
Tugas kita sebagai orangtua adalah menyeimbangkan berbagai aspek, agar nantinya bisa jadi 'modal' anak dalam menghadapi masa depan. Anna Surti Ariani, seorang psikolog anak menekankan lima aspek yang harus dipenuhi agar tumbuh kembang anak optimal dan bisa memaksimalkan potensinya.
Aspek tersebut antara lain aspek fisik, sosial, kognitif, emosi dan bahasa. " Kelima aspek ini sangat penting dan mendasar untuk menjadikan si kecil sebagai anak generasi maju yang kaya akan potensi," ungkap Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga dalam acara Peluncuran Kampanye Sahabat Generasi Maju SGM Eksplor, Rabu 18 April 2018.

Lima aspek ini menggambarkan bahwa secara psikologis, anak harus tumbuh kuat, cerdas, kreatif, percaya diri, mandiri, dan supel supaya bisa menghadapi perkembangan zaman. Agar anak tumbuh tinggi kuat, mulai kenalkan makanan keluarga yang bergizi dan bernutrisi di usia 1-3 tahun.
" Lalu, latih juga motorik kasar dan motorik halusnya di usia 3-5 tahun agar keseimbangan tubuhnya bisa tumbuh dengan baik," ujar Anna.
Untuk menambah wawasan, ajak dia berkreasi dan lakukan tanya-jawab untuk memancing rasa ingin tahu. Komunikasi adalah kunci. Untuk itu rangsang terus kemampuan berbicaranya dengan mengurangi paparan gadget dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Sebagai pengenalan bahasa, gunakan satu bahasa terlebih dulu. Hindari mencampur bahasa ibu dengan bahasa asing.
" Berkomunikasilah dengan satu bahasa, karena gaya bicara dua bahasa yang dicampur bisa mengganggu sistematika bahasa," ungkap Anna.
Tumbuhkan juga ikatan hubungan yang kuat dengan menjadi orangtua responsif agar si kecil percaya diri. Setelah itu, berikan dia kesempatan untuk melayani diri sendiri supaya lebih mandiri.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?