Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Masalah Motorik Bayi Prematur Bisa Diprediksi

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 5 Januari 2017 18:00
Masalah Motorik Bayi Prematur Bisa Diprediksi
Kelahiran prematur memiliki risiko jangka panjang yang harus diantisipasi.

Dream - Dengan kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran, bayi-bayi yang lahir prematur memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Tentunya karena didukung oleh perawatan yang menyeluruh. Jika dirasa berat bayi sudah cukup dan kondisinya stabil, biasanya dokter memperbolehkan bayi untuk dibawa pulang.

Sebenarnya, kelahiran prematur ini juga memiliki risiko jangka panjang. Bukan hanya soal kondisi fisik tapi juga perkembangan motorik anak kelak. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan tim dari University College London, Inggris.

Mereka menemukan, bayi prematur berisiko tinggi mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik. Kondisi tersebut diketahui dengan menganalisis zat kimia alami pada otak bayi, yang disebut white matter/ materi putih.

" Untuk melakukan penelitian kami melakukan pemindaian pada 43 otak bayi yang lahir di usia kurang dari 32 minggu kehamilan dan dirawat di unit perawatan intensif neonatal. Fokus kami yaitu materi putih otak," ujar Giles Kendall, kepala peneliti.

Diketahui zat tersebut sangat rapuh dan berisiko tinggi mengalami cedera. Tim juga mengukur level bahan bahan kimia tertentu pada otak. Satu tahun kemudian, kondisi bayi dievaluasi. Hasilnya, sebanyak 15 bayi mengalami masalah keterampilan motorik.

" Kemampuan untuk memprediksi risiko masalah perkembangan saraf pada bayi prematur akan membantu untuk mengidentifikasi orang-orang yang harus menerima perawatan intensif," kata Kendall.

Disimpulkan, bahwa rasio bahan kimia otak tertentu pada saat lahir bisa memprediksi masalah keterampilan motorik. Yaitu peningkatan kolin/creatine dan penurunan N-acetylaspartate/ choline, 70 persen akurat dalam memprediksi keterlambatan perkembangan motorik anak setelah satu tahun dilahirkan.

Sumber: Momtastic

 

Beri Komentar