JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Lily (Foto: KidSpot)
Dream - Stroke identik dengan masalah kesehatan yang menyerang orang berumur. Namun siapa sangka stroke juga bisa menyerang bocah berusia 16 bulan. Seperti yang terjadi dengan Lily, yang tinggal di Queensland, Australia.
Awalnya seperti balita kebanyakan Lily berkembang dengan cukup baik, aktif dan menggemaskan. Tak ada masalah kesehatan serius. Hingga tiba-tiba saat bermain Lily terjatuh dan menangis kencang.
Tangannya lemas, begitu juga tubuhnya seperti kehilangan kekuatan. Orangtuanya mengira Lily mengalami patah tulang. Setelah itu wajahnya tampak kaku dan tangan kanan serta kakinya tak bisa digerakan.
Saat dibawa ke rumah sakit Lily diminta menjalani pemindaian otak atau MRI. Tapi fasilitas tersebut tak tersedia di RS yang didatangi Llily. Akhirnya orangtua Lily membawanya ke RS yang lebih lengkap di Brisbane.
Setelah menjalani pemindaian otak diketahui kalau Lily mengalami stroke. Stroke sendiri merupakan kondisi berubahnya fungsi otak karena adanya hambatan atau pecahnya pembuluh darah.
© Dream
Dokter tak bisa memastikan apa penyebab Lily mengalami stroke. Tapi dari hasil pemeriksaan diketahui adanya kerusakan otak. Sejak saat itu Lily mengalami masalah perkembangan.
Ia harus kembali belajar berjalan, menggerakan tangan, bahkan belajar menelan. Serangkaian terapi harus dijalani Lily agar bisa beraktivitas. Kini usianya sudah 2 tahun dan ia masih menjalani terapi secara rutin.
Sang ibu membagikan pengalaman Lily saat strok agar para orangtua lebih waspada. Stroke pada anak sendiri biasa disebut Stroke Iskemik Arterial.
Penyebabnya bisa jadi karena penyakit jantung bawaan, anemia sel sabit, leukimia, masalah sistem sel tubuh, infeksi serius, kecelakaan yang menimbulkan masalah di kepala dan leher dan gangguan pembekuan darah.
Sumber: KidSpot
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun