Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Membuat anak makan makanan sehat, kerap menguji kesabaran orangtua. Paparan media sosial seperti aplikasi berbagi foto, Instagram, rupanya menambah pekerjaan rumah orangtua dalam hal membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat.
Hal ini terungkap dalam penelitian tim dari University of Liverpool, Inggris yang dipublikasi di Journal Pediatrics. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang melihat gambar camilan tidak sehat di platform media sosial cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dari camilan tidak sehat.
" Kondisi ini semakin mempengaruhi karena juga dilakukan oleh para selebritas dan influencer, yang menunjukkan makanan tidak sehat. Sementara, dukungan pada makanan sehat hanya sedikit," kata salah satu peneliti, Anna Coate, dikutip dari The Health Site.
Penelitian ini dilakukan dengan menguji pengaruh pemasaran media sosial makanan ringan (sehat dan tidak sehat), melalui halaman Instagram, terhadap asupan makanan ringan anak-anak.
Selama penelitian, 176 anak-anak, berusia antara 9 dan 11 tahun, secara acak dibagi menjadi tiga kelompok yang sama. Mereka diperlihatkan laman-laman Instagram seputar makanan baik yang sehat maupun tak sehat.
Satu kelompok diperlihatkan gambar influencer dengan camilan yang tidak sehat, kelompok kedua diperlihatkan gambar influencer dengan camilan sehat dan kelompok ketiga diperlihatkan gambar vlogger dengan produk non-makanan.
Hasilnya, anak-anak dalam kelompok yang melihat gambar camilan tidak sehat mengkonsumsi 32 persen lebih banyak. Pemasaran makanan tidak sehat juga meningkatkan asupan makanan kalori tinggi anak-anak.
" Orang-orang muda lebih memercayai influencer sehingga dukungan mereka mungkin lebih berdampak dan eksploitatif," kata Coate.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
