Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi orangtua dari dua anak atau lebih, kadang muncul kebingungan. Anak berasal dari orangtua yang sama, pola asuh yang tak jauh berbeda, lingkungan yang sama, hingga makanan dan minumannya pun sama. Tapi sikap tiap anak begitu berbeda.
Anak kembar pun memiliki kecenderungan sikap yang berbeda meski mereka berasal dari satu telur. Ada anak yang bisa dengan mudah diberitahu jika melakukan kesalahan atau diberi
peringatan. Tapi ada anak yang suka sekali mengamuk, menangis hingga berteriak dan bahkan berguling-guling.
Menghadapi anak-anak yang suka mengamuk, rewel dan memiliki level emosi yang tinggi ini memang sangat 'menguji' para orangtua. Di satu sisi anak harus diajarkan kedisiplinan tapi di sisi lain orangtua juga tak boleh bersikap keras apalagi sampai memberi hukuman fisik.
" Adanya perbedaan tingkah laku tiap anak adalah normal, itu menjelaskan peranan yang begitu besar dari pembawaan sikap anak dalam membentuk temperamennya," ujar Dr. Sarah Baker,
seorang psikolog klinis.
Ia menjelaskan hal ini dengan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh The Australian Temperament Project, sebuah studi psikologi longitudinal selama 30 tahun. Dari penelitian diketahui temperamen anak tak bisa berubah secara drastis.
" Anak yang saat balita suka mengamuk, senderung akan terus begitu ketika dewasa. Tapi ini bukan berarti tak bisa diubah. Pembawaannya memang demikian, namun orangtua berperan
besar dalam mengajarkan anak untuk mengontrolnya," ujar Dr. Baker.
Temperamen bawaan tak bisa diubah, karena itu memang sudah kondisi psikologisnya. Untuk itu para orangtua harus mengajarkan anak mengelola emosinya dengan baik.
Membuat hubungan yang sehat antar keluarga, serta membentuk lingkungan yang positif bagi psikologis anak. Dengan demikian, meski memiliki temperamen yang tinggi anak terlatih untuk mengontrolnya.
Sumber: KidSpot
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?