Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi
Dream - Menghadapi perilaku bocah balita kesayangan, kadang memicu tawa, gemas dan tentunya kesal. Ada kalanya mereka tak mau atau tak bisa mengungkapkan apa yang diinginkan.
Efeknya, si balita menangis, mengamuk dan kita pun kebingungan. Sebagai orangtua, kita pun harus pintar-pintar melihat kebiasaan dan bahasa tubuhnya. Faktanya, menurut penelitian, meski anak usia 2 tahun sudah mengerti 200 kata, tetapi hanya 50 kata yang sering dipakainya.
" Mempelajari bahasa tubuh anak semacam cara pencegahan dan berusaha mengerti mereka. Kuncinya adalah memperhatikan kebiasaan mereka sehari-hari," ujat Mark Sossin, co-director,
dalam Infant/Toddler Research Nursery di Pace University, New York City, Amerika Serikat.
Ada tiga bahasa tubuh anak yang menurut penelitian Sossin memiliki makna tertentu. Coba perhatikan bahasa tubuh si kecil, mungkin saja maksud yang ia sampaikan sering salah dimengerti oleh Anda.
- Berdiri dengan tangan terlipat di depan mainan baru
Si kecil baru saja dibelikan mainan baru, namun saat ia melihat, reaksinya malah tak mau memegang. Tangannya dilipat. Mungkin Anda berpikir ia tak menyukainya. Namun menurut Sossin, bahasa tubuh tersebut menunjukkan kalau ia kebingungan dan merasa aneh dengan apa yang tak familiar berdekatan dengannya.
" Jangan memaksa anak untuk langsung memegang apalagi memainkannya. Contohkan dulu bagaimana memainkannya, biasanya si kecil akan tertarik dan ingin ikut memainkan. Bisa juga
karena ada gambar atau pola yang menurutnya menakutkan dalam mainan tersebut," ungkap Sossin.
- Menutup wajah saat bertemu dengan kerabat
Saat bertemu dengan tante atau om-nya si kecil malah menutup wajah. Mungkin Anda berpikir kalau anak tak mau melihat orang lain. Tapi dengan bahasa tubuh tersebut ia sebenarnya tak
mau dilihat oleh orang lain.
Ada rasa khawatir bertemu dengan orang asing dan anak kadang lebih memilih untuk bersembunyi di pelukan ayah atau ibu. Biasanya hal ini terjadi jika dalam situasi tersebut benar-benar tak ada mainan, anak kecil atau hal menarik untuknya atau si kecil baru pertama kali.
Untuk membuat si kecil tenang, jangan mengatakan di depan banyak orang kalau anak memang pemalu atau " jago kandang" . Buatlah situasi tersebut jadi menyenangkan untuknya. Jelaskan kalau tantenya punya banyak cemilan lezat serta mainan.
- Tak mau kontak mata
Saat Anda menghampiri si kecil wajahnya terlihat panik dan tak mau melakukan kontak mata. Ya memang, biasanya ia melakukan sesuatu yang dianggapnya buruk. Tak mau melakukan kontak mata berarti ia merasa bersalah.
Tak mau memandang Anda karena malu dan takut. Hindari langsung mengkonfrontirnya. Lihat sekeliling jika ada hal yang rusak, tumpah atau apa pun itu, mita si kecil untuk membereskan dan menjelaskannya. Hal terpenting adalah mengajarkannya bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.
Sumber: Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?