Sabtu, 24 Oktober 2026 Cari

Mental Anak Juga Dibentuk dari Hubungan Saudara

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 28 April 2017 13:56
Mental Anak Juga Dibentuk dari Hubungan Saudara
"Akan sangat baik jika orangtua membentuk budaya kooperatif dan saling mendukung antara kakak beradik".

Dream - Hubungan kakak adik memang 'panas dingin', apalagi jika usianya tak jauh berbeda. Mereka bisa bertengkar hinga berteriak bahkan kontak fisik tapi beberapa saat kemudian main bersama dan sangat kompak.

Doktor Mark Feinberg, seorang psikolog dari Penn State University, Amerika Serikat, mengungkap kalau hubungan saudara kandung memiliki pengaruh yang hampir sekuat orangtua, membentuk kebiasaan dalam hubungan pertemanan, hubungan romantis, termasuk menentukan kondisi kesehatan emosional dan mental.

"Akan sangat baik jika orangtua membentuk budaya kooperatif dan saling mendukung antara kakak beradik, bukan malah memicu hubungan yang kompetitif. Hal ini akan sangat membantu baik kakak maupun adik jadi memiliki dasar pengalaman hubungan personal yang baik," ujar Feinberg, seperti dikutip dari Fatherly.

Ketika banyak anak, memang kadang persaingan untuk mendapatkan 'sumber daya' termasuk cinta, perhatian, dukungan, makanan dan perlindungan dari orangtua. Secara insting, kakak beradik bisa saja bersaing dan berujung konflik karena hal tersebut.

Tugas orangtua lah untuk memastikan memberlakukan anak-anak secara adil. Pasalnya ketika ada yang merasa 'di anak emaskan' maka akan dengan mudah memicu konflik berkepanjangan.

"Anak-anak cenderung lebih mudah berkonflik dan saling bersaing satu sama lain saat orang tua bersikap negatif dan kasar dalam mengasuh mereka," kata Feinberg.

Keluarga dan orangtua yang kompak memang jadi kunci. Termasuk saling membantu ketika ada kesulitan dan saling mengingatkan ketika membuat kesalahan. Bukan dengan saling menjatuhkan atau mempermalukan anak di depan saudara-saudaranya.


Sumber: Fatherly

 

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More