Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Anak Bermain Di Luar
Dream - Sebagai orangtua, wajar jika mengkhawatirkan anak yang sedang beraktivitas di luar. Oleh karena itu tanpa disadari kalimat yang sering terlontar adalah " cepat pulang, tidak betah amat di rumah" . Rupanya menurut Ajeng Raviando, psikolog anak kurang tepat untuk diucapkan.
" Jangan suruh anak cepat pulang ke rumah, tapi buatlah anak senang pulang ke rumah. Buat mereka betah tinggal di rumah tanpa harus dipaksa," ujar Ajeng di IKEA, Alam Sutera, Banten, Rabu, 30 Agustus 2017.
Ajeng pun mengungkapkan salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat anaknya betah berada di rumah, yakni dengan melibatkan anak saat menata rumah. Terutama ketika mendekorasi kamar dan area bermainnya. Biarkan anak memilih sendiri furnitur, cat serta dekorasial dan merupakan jantung keluarga.
" Bicara ruang keluarga ya jantungnya rumah. Tidak ada tempat untuk keluarga bisa kumpul, bincang-bincang seru, ngemil-ngemil, selain di ruang keluarga. Pemilihan perabotan, warna, bentuk, akan berpengaruh terhadap keluarga betah atau tidaknya di rumah. Anggota keluarga harus dilibatkan dalam memilih perabot karena bisa menimbulkan perasaan memiliki dan nyaman seperti, 'Ini kan sofa aku yang milih'," imbuh Ajeng.
Pada ruang keluarga itulah terbentuknya ikatan emosional antar anggota keluarga sehingga sangat penting untuk dijaga kenyamanan, aman, dan ketenteramannya.
" Apalagi sekarang ruang keluarga udah campur jadi ruang tamu, ruang makan segala macam. Sekarang kan rumah orang juga tidak terlalu besar-besar, sehingga fungsi dan aktivitas di ruang keluarga itu sangat penting. Jadi tetep harus dinyamankan si jantung keluarga itu," ujar Ajeng.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol