Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Lotus Birth
Dream - Pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir jadi prosedur standar yang dilakukan tim medis setelah bayi lahir. Pemotongan bisa dilakukan oleh bidan, dokter atau perawat. Bahkan jika memungkinkan, sang ayah dipersilakan memotong sendiri dengan bimbingan tim medis.
Namun ternyata beberapa orangtua memutuskan untuk tak melakukan prosedur ini. Mereka lebih memilih menerapkan lotus birth, yaitu tak memotong tali pusat dan membiarkannya hingga lepas sendiri.
Para pendukung Lotus Birth ini percaya bahwa membiarkan plasenta lepas dengan sendirinya bisa membawa efek positif pada kesehatan bayi. Antara lain memiliki kekebalan yang lebih tinggi, serta mendapat asupan zat besi lebih maksimal. Selain itu dari aspek spiritualitas bisa memberikan transisi yang lebih lembut dari suasana rahim ke dunia.
Beberapa selebritas Indonesia, menerapkan metode ini pada anak-anak mereka, seperti Andien dan Atiqah Hasiholan. Membiarkan plasenta lepas dari bayi dengan sendirinya bisa memakan waktu 3 hingga 12 hari. Selama belum terlepas, plasenta biasanya ditaruh di wadah yang diberi rempah dan wewangian alami agar tak minumbulkan aroma tak sedap.
Lalu seberapa positif metode Lotus Birth ini pada bayi?
Dalam dunia kedokteran ternyata metode ini masih kontroversi. Pasalnya tidak ada riset medis yang mengungkap secara detail efek membiarkan plasenta menempel pada bayi hingga copot dengan sendirinya.
Dokter kandungan Sherry A. Ross, dan penulis buku " She-ology: The Definitive Guide to Women's Intimate Health" juga mengungkap fakta bahwa sebenarnya metode Lotus Birth ini memiliki risiko berbahaya bagi bayi. Antara lain infeksi pada plasenta dan bayi, penyakit kuning, polycythemia dan bau busuk dari plasenta selama berhari-hari terkait dengan praktik ini.
" Praktek kuno ini jika dilihat secara medis tak memiliki manfaat. Malah lebih berpotensi memicu bahaya pada kesehatan bayi," ujar Ross.
Jadi, cobalah lebih kritis sebelum mengambil keputusan ya, Bunda.
Sumber: Pure Wow
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?