Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Antirokok
Dream - Penyebaran rokok di kalangan siswa sekolah ternyata sangat gencar dan luput dari perhatian pendidik dan para orangtua. Penyebaran dilakukan dengan cara memasang banyak iklan di ruang terbuka dekat sekolah. Terutama di warung-warung sekitar sekolah, baik SMP maupun SMA.
Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari menjelaskan paparan iklan rokok di sekitar sekolah kerap mengandung pesan ajakan untuk merokok. Meski tidak secara langsung, dari iklan tampak jelas harga eceran rokok. Hal ini bisa dengan mudah memancing anak untuk membeli dengan uang jajan mereka.
" Bentuknya spanduk di warung di sekitar sekolah. Di situ langsung menuliskan merek rokok dan harga per batangnya," kata Lisda, saat diskusi mengenai dampak iklan rokok, di Menteng,
Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017.
Ia mengungkap, iklan rokok di wilayah dekat sekolah punya ciri yang kontras dengan iklan di baliho-baliho di dekat jalan raya. Iklan rokok di jalanan raya masih punya nilai estetis. Sementara di sekitar sekolah seperti memancing untuk mencoba atau membeli.
" Tanpa disadari menumbuhkan rasa penasaran pada rokok, tinggal menunggu waktu (ajakan)," ujarnya.
Melihat kondisi tersebut Yayasan Lentara Anak sejak September 2016 berkolaborasi dengan Ruandu Foundation dan Gagas Foundation serta Dinas Pendidikan di 5 kota, melakukan program pendampingan kepada 90 sekolah di Padang, Mataram, Bekasi, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor.
Program pendampingan ini melibatkan 2.700 siswa. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kritis para siswa di 90 sekolah untuk menolak menjadi target pemasaran perusahaan rokok.
" Capacity building, membuat mereka kritis terhadap iklan rokok," kata Lisda.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari