Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi
Dream - Ponsel pintar saat ini memang sudah jadi bagian dari kebutuhan komunikasi. Teknologi satu ini mempermudah banyak hal, termasuk mendekatkan anak-anak dengan orangtuanya. Tapi efek negatifnya tentu saja tak bisa dipandang sebelah mata.
Paparan kekerasan serta pornografi bisa sangat mudah muncul dari ponsel anak. Untuk itu sebelum anak diberikan ponsel, Anda harus memberikannya 'modal' terlebih dulu. Hal ini demi mencegah atau setidaknya memimalisir efek negatifnya.
1. Terbuka
Banyak orangtua yang mulai memberikan ponsel pada anak-anaknya di usia 7 tahun atau bahkan 6 tahun. Hal ini sebenarnya terkait dengan tanggung jawab anak, sudut pandang, dan kesiapan mental si anak. Sebelum memberi ponsel, penting untuk memberi tahu hal negatif yang mungkin terjadi padanya. Misalnya saat ponsel hilang, foto yang ada di dalam bisa disalahgunakan orang lain.
Keterbukaan akan membuat anak jadi banyak berdiskusi dengan Anda soal ponselnya dan bukan temannya. Jika ia ingin membuat akun media sosial di ponsel, katakan kalau usia minimum memilikinya adalah 13 tahun dan itu pun harus di bawah pengawasan. Ungkapkan juga risiko yang dihadapinya jika memiliki media sosial.
2. Mengerti cara kerja media sosial dan teknologi
Jangan lupa untuk selalu memperbarui pengetahuan Anda seputar teknologi, baik itu ponsel maupun media sosial. Hal ini penting agar anak bisa bertanya atau setidaknya berdiskusi jika ia bingung. Bayangkan apabila Anda tak mengerti, bisa-bisa anak mencari informasi di tempat lain yang bisa menjerumuskannya.
3. Monitor konten bersama
Sesekali coba tonton tayangan bersama anak di Youtube, melihat foto di Facebook atau Twitter. Jika memang tayangan atau informasi yang didapat merupakan konten negatif, katakan pada anak alasannya. Dengan memonitor konten bersama anak jadi bisa menyaring mana yang baik dan yang buruk. Ia pun jadi tahu kalau info di media sosial tak selalu benar.
4. Diskusikan tanggung jawab finansial
Ponsel tentunya bukan barang murah. Untuk itu katakan kalau anak harus bertanggung jawab menjaganya. Termasuk menggunakan pulsa secara bijak. Tentukan juga batasan pulsa baik pulsa untuk menelepon atau internet. Jangan sampai anak melewati batas.
Sumber: Momtastic
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya