5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Satu bulan pertama setelah bayi lahir, jadi masa-masa yang paling berat bagi ibu terutama pada malam hari. Bayi kerap terbangun baik untuk menyusu, tidak nyaman atau popoknya penuh.
Setelah bayi berusia 3 bulan biasanya siklus tidurnya sudah membaik. Tak terlalu sering terbangun dan mengikuti kebiasaan tidur orangtuanya. Saat bayi sudah bisa tidur teratur, ternyata muncul masalah baru.
Ibu tetap terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Gangguan tidur ini sering disebut momsomnia. Hal ini diungkapkan oleh Michael Breus, seorang dokter tidur.
" Tubuh sudah terbiasa terbangun tengah malam dan terjaga untuk melayani bayi. Muncul kecemasan jika kembali tidur si kecil nanti menangis atau membutuhkan sesuatu," kata Breus, seperti dikutip dari PureWow.
Efeknya, ibu jadi mengalami sulit tidur dan cenderung terjaga hingga pagi. Kondisi tersebut tak biasa dibiarkan, ibu sangat butuh tidur demi kesehatan mental dan fisiknya.
Cobalah buat waktu tidur setenang mungkin, jika memang si kecil menangis akan terdengar dengan jelas. Tanamkan dalam pikiran kalau bayi tidur nyenyak berarti ibu juga harus tidur dengan nyaman.
" Tidur diatur oleh dua kekuatan yang berbeda dan saling melengkapi, dorongan tidur internal dan jam tubuh. Jika pergi tidur sebelum jam tubuh siap dapat membuat Anda bangun sangat pagi dan tidak dapat kembali tidur," ungkap Breus.
Untuk itu, perhatikan betul rutinitas tidur setiap hari. Semakin Anda bisa meritualkan rutinitas tidur, maka kualitas tidur semakin baik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?