Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Novita Angie (Foto: Instagram Novita Angie)
Dream - Akses internet saat ini begitu terjangkau. Para orangtua bisa dengan mudah mencari informasi seputar kesehatan dan pengasuhan anak. Penting diketahui kalau tidak semua informasi di internet bisa dicerna mentah-mentah.
Hal ini ditekankan oeh Novita Angie, presenter dan ibu dari dua orang anak. Menurutnya, informasi soal pengasuhan anak harus dicerna secara utuh dan hal itu cenderung sulit didapatkan jika hanya bermodal browsing.
" Zaman dulu kalau anak kenapa-kenapa, orangtua lebih banyak tanya ke dokter. Zaman sekarang, millenial rajin browsing. Memang bagus, tapi nggak ada salahnya tanya ke expert juga," kata Angie saat ditemui di acara Mother and Baby Fair di Mal Kota Kasablanka, beberapa waktu lalu.
Angie tidak menganggap kalau browsing adalah hal negatif, namun hal itu harus diimbangi dengan konsultasi. Terutama jika menyangkut kondisi kesehatan anak, baik fisik maupun mental.
" Rajin browsing itu enak, sudah antisipasi dulu. 'Anak gua sakit ini, gejalanya ini'. Jadi pas datang ke dokter, nggak buta-buta banget," kata aktris yang juga penyiar radio ini.
Angie menekankan pentingnya berkonsultasi dengan ahli karena kondisi tiap anak berbeda. Penanganannya pasti akan berbeda. Biasanya, ia browsing seputar kondisi anak, tapi setelahnya berkonsultasi dengan ahli.
" Saya memang tipe orangtua yang lebih senang curhat sama expert. Browsing iya, tapi habis itu nanya expert sebelum melakukan sesuatu ke anak. Kalau untuk anak jangan bermodalkan hanya browsing aja deh," tutupnya.
© Dream
Dream - Handphone serta gadget sangat sulit untuk dilepaskan dari anak remaja. Bukan hanya untuk main dan bersenang-senang, mereka kerap membutuhkannya saat menyelesaikan tugas sekolah.
Hal ini disadari betul oleh Novita Angie. Memiliki dua anak yang beranjak remaja, Angie cukup disiplin dalam menerapkan aturan soal gadget. Di rumahnya, saat makan tak boleh sambil bermain gadget. Hal ini juga berlaku pada orangtua.
" Kita sebagai parents juga harus melakukan hal yang sama, kalo lagi makan bareng gak boleh sibuk sama gadget masing-masing," tulis Angie dalam akun Instagramnya.
Sebagai orangtua, ia dan suami juga harus tahu pasword handphone kedua anaknya. Tapi karena ia sering lupa, jadi lebih memilih memasukkan finger print ID. Lalu, sebelum tidur, handphone anak-anak ditaruh di kamarnya dan dicharger.
" Jadi gak ada tuh chatting dan main game sampe tengah malam apalagi di hari sekolah," ungkapnya.
Selain itu ia menanamkan pada anak-anaknya untuk bertanggung jawab terhadap gadget yang dimiliki. Pasalnya, barang elektronik bukan benda yang gampang dibeli.
" Gadget itu benda mahal dan barang berharga jadi harus dijaga dan gak boleh sembarangan. Kalo ilang atau rusak karena keteledoran mereka, gak akan diganti. Ini sekalian mengajarkan tanggung jawab sama mereka," tulisnya.
Mungkin Sahabat Dream juga bisa menerapkan aturan ini di rumah pada buah hati.
© Dream
Dream – Menyikapi pertanyaan anak saat menginjak usia remaja penyiar radio dan pembawa acara cantik, Novita Angie memiliki cara tersendiri dalam menyikapi pertanyaan anak-anaknya. Termasuk pertanyaan yang berkaitan dengan kedewasaan.
Misalnya, tentang masturbasi. Awalnya, Novita merasa kaget mendapat pertanyaan itu.
“ Aku kaget juga ya waktu anakku nanya, mami mastrubasi itu apa? Tapi aku pikir daripada dia tanya sama orang lain, lebih baik ke aku,” ujar Angie di sela-sela acara Lazada Kampanye Mega Baby, Jakarta, Senin kemarin.
Menyikapi pertanyaan anaknya tersebut, Novita menjelaskan secara sederhana. Dia akan menjawab pertanyaan itu ketika anaknya sudah cukup umur dan pertanyaan itu sesuai dengan usia mereka.
" Jelaskan saja sesuai umurnya, biasanya aku bilang nanti ya kalau kamu udah cukup umur aku akan jawab pertanyaan kamu, dan untungnya mereka ngerti,” kata dia.
© Dream
Novita mengatakan sikap orangtua yang menyepelekan anaknya atau malah memarahi karena pertanyaan tak sesuai, merupakan cara didik yang salah.
Dia ingin anaknya menganggapnya sebagai sahabat. Dengan begitu, tak ada kecanggungan antara dirinya dengan anak-anaknya.
Novita juga melibatkan suami untuk menjawab pertanyaan. Dengan kerja sama ini, anak-anaknya lebih paham dan tidak lagi mencari pengertian dari orang lain.
“ Bahayanya kalau aku membentengi anak-anak aku, dan mereka dapet pengertiannya dari teman-temannya atau orang lain, itu menurut aku yang bahaya banget,” tutur dia.
(Laporan: Tri Yuniwati Lestari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang