Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Keluarga Emily Eekhoff (Foto: US Magazine)
Dream - Pergerakan dalam kandungan jadi salah satu petunjuk kondisi janin, apakah ia dalam kondisi baik atau tidak. Para ibu yang sedang hamil pasti merasakan pergerakan janin saat mereka sangat aktif.
Hal itu pula yang dialami Emily Eekhoff. Saat hamil 33 minggu, Emily merasakan perubahan signifikan terhadap gerakan bayinya. Ibu yang tinggal di Iowa, Amerika Serikat ini, biasanya
merasakan gerakan atau tendangan janin sebanyak 10 kali dalam 10 menit.
Pencatatan tersebut ia ketahui secara detail dari aplikasi Count the Kicks. Tapi pada akhir Mei lalu, ia merasakan janinnya sangat sedikt bergerak. Emily dan sang suami merasa sangat
khawatir dan akhirnya memutuskan untuk memeriksakan kandungan ke Des Moines’ Mercy Medical Center.
" Dari pemeriksaan di RS, baik jantung bayi maupun ultrasonografi menunjukan kalau janin mengalami tekanan. Dokter menganjurkan untuk melakukan operasi caesar, karena ternyata
tali pusat melilit leher bayi sebanyak tiga kali dan membuatnya sulit bernapas dan bergerak," ungkap Emily, seperti dikutip dari US Magazine.
Operasi pun segera dilakukan dan bayi Emily yang diberi nama Ruby lahir dengan selamat. Meski demikian, setelah dilahirkan Ruby harus dirawat di neonatal intensive care unit (NICU) selama 20 hari karena mengalami masalah pernapasan dan umurnya masih belum cukup.
Emily mengungkap kalau nyawa anaknya bisa selamat karena dirinya bisa memantau gerakannya secara detail dengan Count the Kicks. Aplikasi Count the Kicks merupakan aplikasi yang untuk memantau gerakan janin dalam kandungan terutama di trimester ketiga kehamilan.
" Aplikasi ini sangat membantuku mengetahui kapan gerakan Rubi dalam kategori normal dan kapan harus diperiksakan. Aku bisa menjelaskan secara detail Rubi biasanya bergerak lebih dari 10 dalam 7 hingga 10 menit dengan melihat history di aplikasi. Entah apa yang terjadi jika aku tak memeriksa gerakan dan menjelaskannya secara detail," ujar Emily.
Count the Kicks ini bisa diunduh secara gratis baik di ponsel Android, iPhone maupun desktop. Sangat dianjurkan untuk para ibu yang memasuki trimester ketiga kehamilan. Dokter kandungan juga biasanya akan meminta ibu untuk mencatat tiap menit gerakan janin. Jika pergerakan berkurang secara signifikan segera periksakan ke dokter.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari