Sabtu, 24 Oktober 2026 Cari

Obat Cacing Mulai Bisa Diberikan Saat Anak Berusia....

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 17 Mei 2017 12:06
Obat Cacing Mulai Bisa Diberikan Saat Anak Berusia....
Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

Dream - Penyakit cacingan jadi salah satu hal paling ditakutkan orangtua terjadi pada anak-anaknya. Cacing yang tumbuh dalam tubuh anak bisa menyerap nutrisi dan membuat anak jadi lemas, pertumbuhannya tak berjalan baik dan berdampak negatif pada konsentrasi serta prestasinya di sekolah.

Gejala infeksi cacing bisa ringan hingga berat. Pada infeksi cacing ringan, gejalanya cenderung tidak tampak. Gejala umum yang harus dikenali adalah lesu, tidak bersemangat, sering mengantuk, pucat dan kurang gizi. Infeksi cacing berpengaruh terhadap pencernaan, penyerapan, serta pengolahan makanan sehingga berakibat hilangnya protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin dalam jumlah besar.

Selain itu dapat menimbulkan anemia, diare dan gangguan respon imun. Anak yang menderita infeksi cacing mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan nutrisi, serta gangguan tumbuh kembang.

Indonesia, menurut data dari Kementerian Kesehatan, dengan iklim yang tropis memiliki angka kasus cacingan yang tinggi sebesar 28%. Faktor - faktor yang sangat berpengaruh pada kasus cacingan ini antara lain kurangnya kebersihan, sanitasi, pasokan air, kepadatan penduduk, serta tanah yang lembap.

Selain menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Pemberian obat cacing dapat dimulai sejak anak usia 2 tahun. Hal ini, disebabkan karena pada anak usia 2 tahun sudah terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing.

Pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan, untuk daerah non endemis pemberian obat cacing harus diberikan sesuai indikasi dan sesuai pemeriksaan dokter dengan hasil pemeriksaan tinja positif ditemukan telur cacing atau cacing. Selanjutnya baca di sini.

 

Sumber: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

 

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More