Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Kenzie Bersama Kedua Orangtuanya (Foto: Cynthia/ Dream)
Dream - Usianya masih 5 tahun, tapi Kenzie Anelka Trisnadinova sudah jalani operasi 9 kali. Kenzie merupakan penderita Atresia Bilier, gangguan saluran empedu bawaan pada bayi baru lahir dan termasuk penyakit langka.
Atresia Bilier yang dialami Kenzie membuat cairan empedunya tidak bisa mengalir keluar dari hati, sehingga menyebabkan gangguan serius di organ hatinya, bahkan hingga kehilangan fungsinya. Demi bisa bertahan hidup, Kenzie mendapat 'hati' baru dari sang ibu, Novita Juniarti (31).
" Sebelumnya, Kenzie divonis Progressive Familial Intrahepatic Cholestasis (PFIC). Saat didiagnosa ulang, ternyata Atresia Bilier. Tapi, dari awal sudah dianjurkan untuk transplantasi hati," ujar Bambang, ayahanda Kenzie di RSCM, Senin 7 Mei 2018.
Sebelum dioperasi, Kenzie sempat menderita varises. Kondisi tersebut membuat pembuluh darahnya pecah. Operasi transplantasi hati pun segera dijadwalkan Awalnya, ayah dari Kenzie lah yang akan mendonorkan hati untuk putra kesayangannya. Tapi hal itu tak bisa dilakukan.
" Saya berusaha menjalani hidup sehat untuk bisa donor hati, tapi ada lemak di hati (fatty liver) dan hal itu membuat saya tak bisa melakukan donor untuk dia," ungkap Bambang.
© Dream
Melihat sang anak terus mengalami masalah, Novi pun tak mau menunggu lama untuk menunggu donor yang cocok. Ia lalu mengajukan diri untuk menjadi pendonor hati bagi Kenzie.
Serangkaian tes dilakukannya. Hasilnya cukup baik. Novi diperbolehkan untuk mendonorkan hatinya.
Operasi transplantasi hati bagi Kenzie pun dilakukan. Tapi sayang tak berjalan mulus. Terjadi masalah infeksi setelah operasi.
" Setelah dinyatakan infeksi, dia dioperasi ulang sampai 9 kali. Untuk mencegah infeksi yang berdampak ke organ lain," ungkap Novi.
Setelah itu, Kenzie pun harus menjalani perawatan yang cukup lama di rumah sakit. Bocah kelahiran 28 Januari 2013 ini menjalani pengobatan dengan penuh semangat. Orangtuanya bercerita, Kenzie tak merasa takut dan selalu ceria.
" Anaknya tidak takut dioperasi. 'Yang penting dede sehat', kata anak itu. Kita selalu beri dia semangat dan tidak pernah memperlakukan dia seperti orang sakit, supaya dia punya harapan untuk sembuh," ungkap Bambang.
Semangat terus adik Kenzie, semoga cepat pulih!
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol