8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Alat Kontrasepsi IUD
Dream - Kontrasepsi jadi salah satu cara untuk merencanakan kehamilan dengan matang. Bagi Sahabat Dream yang masih menyusui dan ingin menunda kehamilan, pilihan kontrasepsi yang
paling pas adalah intra uterine device (IUD) tembaga karena tak mempengaruhi hormon yang bisa mengurangi produksi air susu ibu (ASI).
Tingkat keefektifitasannya mencapai 99 persen. Kontrasepsi yang sering disebut spiral ini juga bekerja efektif selama 3 hingga 7 tahun, bahkan ada yang mencapai 10 tahun tergantung jenis
dan masa berlakunya.
Meski tingkat keefektifitasannya mencapai 99 persen, namun tetap ada kemungkinan 1 persen kehamilan tetap bisa terjadi. Pada beberapa kasus, ibu tetap hamil meski menggunakan IUD.
Kehamilan pun tetap berjalan hingga persalinan dengan kondisi IUD tetap berada di dalam.
Cara kerja IUD sendiri adalah memasukan alat IUD ke dalam rahim yang fungsinya menghambat gerakan sperma untuk masuk ke rahim dan melakukan pembuahan. Seiring berjalannya waktu, rahim seringkali mengalami kontraksi terutama saat datang bulang.
Kontraksi yang terus-menerus bisa membuat posisi IUD berubah dan berdampak pada keefektifitasannya. Penyebab kegagalan IUD lainnya adalah alat kontrasepsi ini terlepas sebagian atau seluruhnya dari leher rahim.
Kasus seperti ini, seperti dikutip dari Asmaraku, hanya dialami oleh 5 persen pengguna IUD pada masa penggunaan pertama. Antisipasi untuk mencegah kemungkinan hamil pada KB spiral adalah penggunanya harus melakukan pengecekan rutin setiap bulan untuk memantau jika ada pergeseran KB spiral di dalam rahim.
Untuk menghindari risiko hamil walau pakai IUD, penggunanya harus mengetahui kemampuan IUD yang Anda pakai. Sebagai contoh, IUD tembaga bisa langsung memproteksi dari kehamilan sejak hari pertama pemakaian. Akan tetapi, IUD hormonal baru bisa memproteksi Anda dari kehamilan pada waktu 7 hari setelah pemakaian.
Lakukan juga pemeriksaan rutin dan hal ini adalah wajib. Pasalnya posisi IUD bisa saja berubah, dari pemeriksaan bisa diketahui dan nantinya posisinya akan diperbaiki baik oleh dokter maupun bidan. Jadi, selalu kontrol rutin dan konsultasikan kontrasepsi IUD yang Anda gunakan.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
