Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Pemeriksaan (Foto: Shutterstock)
Dream – Setelah melahirkan dan diperbolehkan dokter atau bidan untuk pulang ke rumah, para ibu lalu disibukan dengan aktivitas mengurus bayi. Hal ini kadang membuat mereka lupa untuk melakukan kontrol.
Merasa kondisi tubuh sudah pulih, terutama jika menjalani persalinan normal, pemeriksaan pasca persalinan kadang dianggap tak terlalu penting. Padahal pemeriksaan tersebut bukan hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik ibu tapi juga psikologis.
" Pemeriksaan, tiga hari hingga 1 minggu setelah persalinan adalah pemeriksaan yang sangat penting. Dokter akan memeriksa luka bekas persalinan, termasuk menganalisis keluhan yang dialami ibu dan bisa mendeteksi lebih cepat jika terjadi depresi pasca melahirkan," ujar Dane Shipp, seorang spesialis kandungan di Pacific Coast Women's Health.
Apabila terjadi keluhan yang sangat mengganggu seperti nyeri hebat di bagian perut, pendarahan yang berlebihan, payudara bengkak hingga demam, jangan menunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Agar lebih efektif, jadwalkan pemeriksaan ibu sama dengan jadwal kunjungan bayi untuk vaksin pertama kali.
" Hal yang tak kalah penting adalah pemeriksaan pasca persalinan bisa mendeteksi jika ibu mengalami depresi dan konsultasi yang diberikan bisa mengurangi risiko tersebut," ungkap dr. Shipp.
Pemeriksaan pasca persalinan yang akan dilakukan dokter antara lain tekanan darah, lalu kelenjar tiroid jika ada pembengkakan yang mungkin tidak normal. Termasuk juga pemeriksaan payudara jika mungkin ada sumbatan dan memicu mastitis.
Pemeriksaan juga dilakukan di area perut untuk memastikan apakah rahim telah kembali ke ukuran normal dan di area sayatan jika menjalani operasi caesar. Jadi, pastikan melakukan kontrol setelah persalinan.
Laporan Dina Nazhifah
Sumber: Fit Pregnancy
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun