Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Pastikan Si Kecil Aman dari Risiko Terbakar Saat di Rumah

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 20 Februari 2017 08:00
Pastikan Si Kecil Aman dari Risiko Terbakar Saat di Rumah
"Luka bakar pada anak jadi salah satu kasus yang sering terjadi. Keamanan di rumah kadang terabaikan oleh orangtua dan pengasuh".

Dream - Anak-anak selalu penuh rasa penasaran. Saat melihat nyala api di kompor atau asap dari korek, mereka pasti akan menghampiri untuk mencari tahu. Tak heran kalau anak-anak seringkali mengalami kecelakan dan terkena luka bakar saat berada di rumah.

Pengawasan memang harus terus dilakukan, terutama jika di rumah ada anak balita yang belum mengerti hal-hal berbahaya. Ada hal yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi risiko si kecil mengalami luka bakar saat di rumah.

" Luka bakar pada anak jadi salah satu kasus yang sering terjadi. Keamanan di rumah kadang terabaikan oleh orangtua dan pengasuh. Penting untuk orangtua dan orang tahu standar keamanan agar anak tak mengalami luka bakar," ujar Layla Williams, seorang dokter anak, seperti dikutip dari Todays Parents.

Layla pun memberikan trik, yaitu selalu taruh korek atau alat pemantik lainnya di tempat yang sulit dijangkau anak. Bisa ditempatkan di lemari dapur yang sangat tinggi. Pastikan juga tempat penyimpanannya tak bisa digapai anak meski ia menggunakan bangku.

Saat menyeterika pakaian atau menyalakan kompor, pasang pembatas yang tak bisa dilalui anak-anak. Mereka biasanya sangat penasaran dengan dua alat tersebut. Begitu juga saat menggunakan hairdryer.

" Angin yang keluar dari hairdryer selalu menarik perhatian anak, padahal saat memegangnya mereka bisa saja terkena panas atau tersetrum. Untuk itu selalu kunci kamar saat mengeringkan rambut, jangan sampai ia mengetahuinya," kata Williams.

Hal yang tak kalah penting adalah penyajian makanan dan minuman yang masih panas. Setelah memasak atau membuat minuman, taruh dulu di meja yang tinggi dan sulit diraih anak-anak. Jangan sampai karena mereka penasaran, mengambil lalu memakan atau meminumnya. Hal ini bisa 'membakar' mulut dan lidahnya.

" Jika memang terjadi luka bakar, jangan menunggu lama untuk segera membawa anak ke UGD dan memeriksakannya pada dokter. Infeksi bisa saja terjadi dan bisa membahayakan," kata Williams.

 

Beri Komentar