Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Anak Bermain Di Rerumputan (Foto: Shutterstock)
Dream - Jadwal sekolah, les serta aktivitas lain membuat anak-anak sering tak cukup punya waktu bermain. Apalagi untuk bermain di luar ruangan, menginjak rumput, memanjat pohon atau mengjar daun yang tertiup angin.
Padahal anak sangat membutuhkan 'green time', yaitu bermain di halaman lalu bersentuhan dengan tanah, merasakan tekstur daun, dan tiupan angin. Hal ini sangat baik untuk perkembangan psikologisnya.
" Anak-anak kini terlalu banyak di dalam ruangan, main ponsel, gadget, menonton televisi. Hal ini membuat mereka gampang stres, sulit tidur, serta memiliki kemampuan sosial yang lemah," ujar Laura Smith, seorang pakar pengasuhan, seperti dikutip dari PureWow.
Gerakan 'green time' untuk anak ini pertama kali dicetuskan oleh Collin O’Mara, Head of the National Wildlife Foundation. Ia mengungkap kalau dokter anak sangat merekomendasikan anak-anak untuk bermain di luar rumah setiap hari.
" Sediakan waktu 30 hingga 1 jam, ajak anak ke taman, main di kebun atau halaman. Sangat baik untuk kesehatan jangka panjangnya. Bisa juga piknik atau sekedar berjalan sore," ujar O'Mara, seperti dikutip dari Washingtonpost.com.
Jika di sekolahnya terdapat lapangan atau area bermain yang rindang akan sangat ideal. Biarkan anak main dulu sebelum atau sesudah belajar di kelas. Apabila tidak ada, ajak anak untuk jalan-jalan sore dan biarkan ia menikmati 'green time' sesukanya.