Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Menyusui, sampai saat ini masih dianggap sebagai tugas para ibu saja. Padahal untuk bisa menyusui dan memberi air susu ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan hingga 2 tahun, dibutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Baik dari keluarga, industri, perusahaan, dan pemerintah.
World Breastfeeding Week (WBW) atau Pekan ASI Sedunia setiap tahunnya digelar mulai 1 Agustus hingga 7 Agustus mendatang, untuk mengingatkan berbagai pihak akan dukungan tersebut. Salah satu yang gencar melakukan kampanye pemberian dan dukungan untuk pemberian ASI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
AIMI pada Pekan ASI Sedunia 2017 kali ini kembali mengangkat tema “Sustaining Breastfeeding Together”. Yaitu menekankan dukungan berbagai pihak untuk mencapai kesuksesan menyusui.
"Selama sepuluh tahun mendukung, mempromosikan dan melindungi kegiatan menyusui, AIMI selalu menjangkau berbagai kalangan demi peningkatan angka ibu menyusui di Indonesia. Kegiatan audiensi dengan pemangku kebijakan dan mengawal peraturan pemerintah konsisten dilakukan sejak awal AIMI berdiri," ujar ujar Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI, seperti dikutip dari Aimi-asi.org
Candra Wijaya, Anggota Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), memaparkan betapa regulasi dan sanksi dari pemerintah terhadap dunia usaha berperan besar dalam meredam konflik kepentingan seputar menyusui. “Usaha-usaha marketing formula maupun makanan pengganti ASI yang tidak mengikuti peraturan harus ditindak tegas karena korbannya adalah kesehatan bayi dan anak-anak Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Candra.
Pekan ASI Sedunia (WBW) sendiri lahir dari inisiatif World Alliace for Breastfeeding Action (WABA) di kantor Unicef, New York pada 1991. Dokter Anwar Fazal, berkebangsaan Malaysia, adalah orang yang berperan besar terhadap kampanye WBW.
Pekan ASI Sedunia pun dipilih di minggu pertama Agustus dan dikampanyekan pertama kali pada Agustus 1992. WBW ini digelar di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk mendukung pemberian ASI pada bayi hingga berusia 24 bulan atau lebih.
Sumber: AIMI/ ID Ayah ASI
Advertisement


Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Gibran Melenting di Survei, Jokowi: Jangan Buru-Buru Menyimpulkan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan