Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Dream - Pada 2016, Denmark sekali lagi dinyatakan sebagai negara paling bahagia di dunia. Hal ini tak lepas dari sistem pendidikannya yang membuat anak-anak merasa senang saat berada di sekolah.
Justru saat liburan, mereka merasa kangen dengan suasana sekolah. Seperti dikutip dari Brightside, sistem pendidikan di Denmark dibuat untuk membantu setiap pelajar mengembangkan diri dan mencari jati diri tanpa paksaan. Lalu apa yang membuat para pelajar Denmark merasa sangat bahagia di sekolah.
Jadi yang terbaik bukan hal yang utama
Anak-anak di Denmark tidak dipaksa untuk melewati tes, tapi lebih mengembangkan keingintahuan dan kemampuan untuk pengembangan diri. Kurikulum yang dikembangkan juga berdasarkan dengan kemampuan siswa bisa melewatinya. Hasilnya, tidak ada anak di Denmark yang gagal di pendidikan.
Pengembangan karakter
Kurikulum sekolah di Denmark bertujuan untuk mendorong perkembangan karakter individu anak. Jadi, anak tidak hanya belajar tentang pengetahuan dasar dan skill, tapi juga membantu mengembangkan karakternya.
Biasanya pada tingkatakan pra sekolah, anak diberikan 'tugas' rumah terlebih dahulu. Seperti mengikat tali sepatu sendiri, memakai baju sendiri, mengambil makanan dan minuman, serta kemampuan dasar lain. Hal ini sebelum anak diajarkan pendidikan akademik.
Belajar tidak perlu dorongan
Sekolah di Denmark, mendorong siswa untuk mencari informasi, melakukan eksperimen, dan menganalisisnya sendiri secara mandiri. Proses belajar mengajar juga tak melulu di dalam kelas. Anak diajak mengeksplorasi hutan, taman dan lingkungan sekitar.
Mereka percaya bahwa siswa harus mengambil bagian dalam proses belajar daripada hanya mendengarkan gurunya. Anak-anak juga diajarkan untuk memiliki opininya sendiri karena sistem pendidikan mereka menghormati pendapat setiap individu.
Peringkat tes bukan penentu
Jika dibandingkan dengan sistem pendidikan di negara lain yang berpacu pada hasil tes, di Denmark hasil tes tidak ada di urutan teratas berdasarkan kepentingannya. Meskipun begitu, Denmark berada di top 10 negara untuk level pendidikan.
Di Denmark, orang-orang berpikir bahwa penting untuk pelajar menikmati proses belajar, bukannya merasakan bahwa belajar itu proses yang menyiksa setiap harinya.
Setiap orang memiliki kesempatan yang sama
Hanya 11% orang Denmark yang melihat gaji yang besar sebagai faktor penting ketika memilih pekerjaan yang ingin mereka kejar. Pelayanan sosial yang difasilitasi negara hadir membantu murid-murid setara SMA dalam meraih impiannya.
Berdasarkan sebuah survei, 50% remaja di Denmark mengaku kalau mereka bebas menentukan masa depan mereka, terlebih lagi, mereka bisa mengontrolnya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest