Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ajarkan Anak Etika Sejak Balita (Foto: Shuttersock)
Dream - Anda pernah bertemu orang yang bersin, batuk dan meludah di tempat umum dan ia merasa itu bukan masalah? Atau orang yang serdawa di depan banyak orang padahal baru dikenalnya?
Kesan sikap tidak sopan pastinya langsung muncul, sementara mereka beranggapan itu bukan masalah besar. Hal ini salah satunya karena mereka tidak mengerti atau tak pernah diajarkan serta diberitahu etika pergaulan. Etika ini padahal 'modal' penting dalam bergaul dan bersosialisasi dalam lingkungan.
Pengenalan etika harus dimulai sejak kecil, bahkan saat anak masih balita. Myka Meier, salah satu pengajar etika bahkan mengungkap kalau anak mulai bisa diajarkan etika ketika sudah bisa berbicara.
" Mulai bisa mengajarkan kata 'tolong', 'terimakasih', 'permisi' atau 'maaf'. Misalnya saat anak ingin mengambil kue favoritnya tapi tak bisa, contohkan kalimat minta tolong dan minta ia menirunya. Setelah Anda ambilkan, contohkan ucapan 'terima kasih'," ujar Meier, seperti dikutip dari Good House Keeping.
Kalimat-kalimat tersebut harus dicontohkan dan diulang. Kebiasaan sehari-hari jadi hal penting agar anak mengerti mengkondisikan dirinya dalam etika sehari-hari. Meier juga membuat daftar etika yang wajib diajarkan pada anak-anak. Berikut daftarnya
- Kata 'tolong', 'terimakasih', 'permisi' atau 'maaf' harus diajarkan sejak balita
- Jangan menginterupsi pembicaraan orang lain tanpa diminta. Harus menunggu jika orang lain sedang bicar, baru bisa bicara
- Memberi pujian kepada orang lain
- Jangan membuat komentar terkait penampilan orang, kecuali komentar yang dikeluarkan bersifat positif atau pujian
- Ajarkan anak memperkenalkan dirinya dengan benar, baik nama, usia, atau sekolah
- Selalu mengetuk pintu sebelum masuk
- Tutup mulut saat bersin dan batuk.
- Jangan pernah meludah di tempat umum
- Menelepon dan menjawab telepon dengan sopan
- Membuat kontak mata saat sedang diajak bicara orang lain.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya