Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Anak-anak terutama usia balita kerap kali terserang penyakit. Mulai dari batuk, pilek, hingga demam dan muntah. Sebagai orangtua, tentu kita akan melakukan berbagai cara agar si kecil cepat sembuh dan ceria kembali.
Memberikannya obat mungkin jadi hal yang langsung terlintas saat buah hati terserang penyakit. Selain itu, ada hal yang juga dilakukan. Yaitu peluklah si kecil sesering mungkin.
Dalam sebuah artikel di di jurnal Scientific American, menurut para ahli, otak bayi yang baru lahir haus akan pengalaman, rangsangan dan emosi yang dapat membangun saraf serta meningkatkan volume otak dan menciptakan struktur otak.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Development and Psychopathology menemukan bahwa banyak bayi menderita tingkat stres emosional yang tinggi di di panti asuhan Rumania selama 1980-an. Hal ini diduga terkait dengan imunitas yang rendah dan kurang kontak fisik.
" Kurangnya kontak fisik orangtua akan membuat anak mengalami stres. Dan studi ini menemukan, tingkat stres tinggi pada bayi usia delapan bulan pertama memiliki risiko IQ lebih rendah dan tingkat kecemasan yang tinggi," ungkap peneliti, seperti dilansir Step to Health.
Tidak ada yang begitu naluriah, kuat, dan menyembuhkan selain pelukan kasih sayang dari orang yang dicintai. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan koneksi saraf pada bayi.
Para ahli bahkan merekomendasikan hal ini hingga anak-anak berusia empat atau lima tahun. Kebiasaan ini dianggap akan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Tetap periksakan ke dokter jika kondisinya mengkhawatirkan, tapi ingat berikan pelukan sebanyak-banyaknya.
Laporan Fitri Syarifah/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang