Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Buku "Aku Berani Tidur Sendiri" (Foto: Maulana Kautsar/ Dream.co.id)
Dream - Beberapa waktu lalu sempat ramai di media sosial soal beredarnya buku " Aku Berani Tidur Sendiri" . Buku yang dijual untuk anak-anak ini berisi detail aktivitas masturbasi. Dasar pembuatan buku sebenarnya merupakan pendidikan seksual.
Tapi sayangnya dalam buku tersebut tak dicantumkan butuhnya pendampingan orangtua saat anak membaca buku. Kritik keras pun banyak dilontarkan pada pihak penerbit dalam hal ini
adalah Tiga Ananda yang merupakan anak perusahaan dari Tiga Serangkai. Mereka juga menegaskan telah menarik buku tersebut di toko buku baik toko buku besar maupun online.
" Sebanyak 1.000 eksemplar yang tersisa barangkali tersebar di toko buku reguler dan online sudah kami tarik. Ini atas inisiatif kami," kata Direktur Operasional Tiga Serangkai, Gatot
Wahyudi di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jumat, 24 Februari 2017.
Pihak Tiga Serangkai juga memohon maaf pada orangtua, anak-anak, dan pihak yang telah terkena dampak negatif dari buku tersebut. Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh mengapresiasi
langkah penerbit yang menarik buku dan membuat permintaan maaf secara terbuka. Dia berharap permasalahan ini tidak lantas berpengaruh buruk pada industri penerbitan buku anak.
" Semoga dengan ini lebih banyak buku yang mendorong kreativitas dan penunjang hak-hak anak," kata Ni'am.
Menurutnya Ni'am kesalahan buku " Aku Berani Tidur Sendiri" yaitu tidak mencantumkam label pendampingan atau bimbingan orang tua. Secara konten, tidak ada materi bersifat
penyimpangan seksual.
" Saya berharap, agar tidak kejadian serupa tak terulang perlu konsistensi dalam mengawal buku untuk anak. Kita juga berharap RUU Sistem Perbukuan Nasional yang sedang dibahas dapat
mengakomodasi kepentingan itu," ujarnya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari