Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Anak Di Rumah Sakit (Foto: Shutterstock)
Dream - Aturan di banyak rumah sakit soal jam besuk dan siapa saja yang boleh membesuk biasanya sangat ketat. Salah satunya, anak-anak di bawah usia 12 tahun dilarang keras masuk ke ruang perawatan.
Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya daya tahan tubuh anak masih sangat lemah. Bakteri dan virus yang ada di rumah sakit cukup ganas dan jika memapari anak-anak bisa membuat kondisinya sangat parah, mengingat sistem imunitasnya belum kuat.
Seperti pengalaman Nuriyah Farizal, yang putrinya Cila terpapar bakteri ganas di RS. Melalui akun Facebooknya, ia bercerita kalau Cila sakit parah karena terkena bakteri Pseudomonas Aeruginosa.
Awalnya, Nuriyah curiga karena berat badan sang putri sangat rendah, di bawah rata-rata. Ia pun memeriksakan kondisi Cila ke dokter.
" Dokter menjelaskan, 'penyebabnya bisa 2 hal Bu. Pertama karena Tb, kedua karena infeksi (infeksi saluran kemih). Tapi kalau dilihat dari anak ibu yang aktif kayanya gak mungkin dia Tb. Karena kalau anak kena Tb dia pasti lemas lesu'," ungkap Nuriyah.
Tes urin akhirnya dilakukan untuk mengetahui kondisi Cila, diketahui terdapat bakteri dan pemeriksaan dilanjutkan dengan cultur urine selama 5 hari. Hasilnya ternyata ada lebih dari 100.000 bakteri dalam setiap 10 mlm urinenya.
Menurut dokter, bakteri tersebut merupakan Pseudomonas Aeruginosa, yang banyak ada RS dan sangat berbahaya karena bisa memicu komplikasi berbahaya. Ternyata, menurut Nuriyah, Cila beberapa kali memang ke RS untuk menjenguk kerabat.
" Mungkin dia main atau lari-larian terus kepegang lantai atau barang di RS lalu pegang mulut, terkena lah bakterinya. Penanganannya harus disuntik antibiotik selama 5 hari untuk membunuh kuman," tulis Nuriyah.
Ia pun menyarankan untuk para orangtua jangan membawa anak di bawah 12 tahun untuk menjenguk orang sakit di RS, kecuali ke RS untuk memeriksakan anak. Pasalnya kuman di RS sangat berbahaya dan masuk kategori ganas.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?