Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menghadapi buah hati yang menangis tak terkendali memang kadang membuat orangtua suka kehabisan akal menenangkannya. Ucapan yang keluar dari mulut dengan maksud untuk menghentikan tangisan, malah memperparah.
Seringkali orangtua mengucapkan " jangan menangis" atau " diem dong, jangan nangis aja" atau ucapan lain agar si kecil berhenti menangis. Sebenarnya menangis adalah proses yang penting
bagi anak untuk membuang emosi buruknya.
" Ini semacam sistem pemulihan alami yang ada di tubuh ketika ia merasa tersakiti baik fisik maupun emosional. Setelah mengeluarkannya, anak akan merasa lebih tenang. Jadi daripada
menyuruhnya berhenti menangis ada cara lain yang lebih bijak dan sehat bagi kondisi emosi anak," ujar Roma Kitty Norriss, seorang praktisi pengasuhan anak dari Hand in Hand Parenting.
Mulai sekarang menurut Roma tak ada salahnya untuk mengganti ucapan 'jangan menangis' saat menghadapi anak. Ada kalimat lain sebagai penggantinya yang lebih bijak. Ini contekannya:
1. Mama/ papa ada di sini
2. Mama/ papa tahu kakak/adik sedang sangat sedih
3. Mama/ papa juga ikut sedih kalau kamu terus menangis
4. Kakak/adik masih mau menangis? Mama/ papa temani ya
5. Papa/ mama dengar kamu, kok
6. Kakak/ adik mau berpelukan?
7. Sedih kenapa? Nanti cerita ya setelah menangis
8. Coba lihat apa yang sakit? (Jika ia jatuh atau terluka)
9. Kakak/ adik mau apa sayang?
10. Mama/papa kembali sebentar lagi (pastikan ini terjadi jangan dibohongi)
Hindari juga memberinya label, seperti " kok, kakak cengeng banget" , atau langsung mengalihkan kondisi perasaanya, seperti " yuk, kita beli es krim aja" . Pada langkah awal memang sulit untuk dilakukan, tapi cobalah berulangkali hingga terbiasa.
Sumber: Huffingtonpost
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari