Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ponsel pintar kini jadi barang wajib punya para siswa terutama di negara berteknologi tinggi, Jepang. Bukan hanya untuk berkomunikasi, tapi juga media sosial dan bermain game.
Oleh pemerintah Jepang, ponsel pintar ini disebut-sebut sebagi pemicu memburuknya penglihatan para siswa dan siswi di negaranya.
Dilansir dari Engadget, survei terkini yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, menemukan jumlah siswa dengan penglihatan di bawah skor standar 1.0 (ekuivalen 20/20) berada pada titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 25,3 persen.
Lebih buruk lagi, penglihatan lebih dari 67 persen siswa sekolah menengah dan 34 persen siswa sekolah dasar tidak memenuhi standar. Pemerintah Jepang mengkaitan hal ini dengan peningkatan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar ponsel pintar.
Industri gim mobile memang sangat besar di Jepang. Menurut data Newzoo, Jepang merupakan pasar gim ketiga terbesar di dunia dan sebagian besar bermain gim smartphone.
Para ahli pun memperingatkan bahwa paparan jangka panjang cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel dapat menyebabkan ketegangan dan kelelahan pada mata.
Jepang bukan satu-satunya negara yang menaruh perhatian mengenai hal ini. Pada awal 2018, Tiongkok sebagai pasar gim terbesar di dunia mengancam akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi penglihatan anak-anak.
Tiongkok pun akan mengatur jumlah gim mobile yang dirilis dan membatasi waktu bermain gim. Pengumuman itu mengutip data WHO yang menyatakan Tiongkok merupakan negara dengan tingkat rabun dekat pada anak tertinggi di dunia.
Selengkapnya baca di Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya