Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ibu Dan Anak
Dream - Isu mengenai menjaga bentuk dan ukuran tubuh, lebih sering berfokus pada anak perempuan. Padahal anak lelaki juga sering mengalami rasa tak percaya diri, mendapat julukan buruk atau cacian hanya karena bentuk tubuhnya.
Amy Reed, seorang pakar diet, mengutarakan betapa pentingnya mendidik anak laki-laki dalam menjaga bentuk dan kesehatan tubuhnya. Termasuk juga menghormati tubuh orang lain
dengan tidak berkomentar buruk.
" Saya sangat mendukung kampanye yang menampilkan perempuan dari berbagai ukuran tubuh di beberapa iklan dan menyuarakan mereka untuk bangga terhadap diri mereka snediri.
Tapi, saya tidak melihat usaha yang sama dilakukan kepada pihak laki-laki. Belum ada kampanye seperti itu yang melibatkan laki-laki," ujar Amy.
Ketika perempuan dihadapkan dengan tuntutan untuk memiliki badan langsing dan ideal, laki-laki juga dihadapkan dengan ekspektasi ini. Anak laki-laki seringkali diejek bahwa mereka
terlalu kurus atau gemuk.
Untuk itu, perlu adanya penanaman moral dan nilai mengenai isu ini kepada laki-laki sejak usia dini. Bukan hanya agar ia menjaga tubuhnya tapi juga menghargai tubuh orang lain.
Bagaimana caranya?
1. Ketika anak Anda menceritakan tentang seorang teman baru, pastikan anda tidak melontarkan pertanyaan seputar bentuk tubuhnya. Lontarkan pertanyaan yang lainnya, seperti " Apakah ia pandai?" " Dia suka baca buku apa?" " Dia lucu ya, orangnya?"
Dengan begitu, anak tidak akan mendeskripsikan bentuk tubuh sesorang. Sebaliknya, ketika giliran Anda untuk bercerita mengenai seseorang kepada anak, bicarakan tentang karakter dan
kepribadian orang tesebut, bukan bentuk tubuhnya.
2. Bicarakan mengenai pentingnya olahraga. Mulailah dari hal-hal kecil seperti olahraga atau atlet favorit. Anda tidak perlu menuntut anak untuk olahraga setiap hari. Terapkan cara yang
lebih realistis untuk tetap sehat dan bugar.
3. Biarkan anak melihat apa yang Ada makan. Anda juga tidak perlu ragu untuk makan makanan manis di hadapan si kecil. Ajarkan pada mereka, bahwa makan ketika sedang lapar adalah hal yang sehat. Namun, ajarkan juga pada anak lelaki anda untuk tidak mengkritik jumlah makanan yang dimakan orang lain.
4. Perhatikan tontonan anak laki-laki anda. Beberapa tayangan menyiratkan kritik mengenai penampilan seorang perempuan. Ajarkan pada anak, bahwa menyinggung perasaan anak
perempuan karena bentuk tubuhnya adalah perbuatan yang tidak terpuji.
5. Hindari membicarakan tentang bentuk tubuh di hadapan anak lelaki sendiri. Kalau Anda mengeluhkan bentuk tubuh, mereka akan melihat bentuk tubuh tersebut merupakan masalah.
Laporan Annisa Mutiara
Sumber: Parents
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol