Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Susu Sapi
Dream - Susu sapi jadi sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi pembentukan tulang dan gigi anak. Namun bagaimana jika si kecil ternyata alergi susu sapi? Anak usia balita kerap mengalami alergi susu karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna.
Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan bakteri dan virus, malah bereaksi terhadap protein di dalam susu. Reaksi alergi yang muncul sangat beragam. Seperti sakit perut, muntah, atau mencret. Apabila anak Anda mengalami gejala-gejala tersebut, coba lakukan beberapa hal berikut:
1. Hindari pemicu
Berdasarkan Food Allergen Labeling and Consumer Protection Act (FALCPA), ada beberapa jenis makanan yang berisiko menyebabkan alergi; seperti telur, ikan laut, atau kacang tanah. Jika
anak mengalami gejala-gejala alergi setelah mengonsumsi makanan tersebut, sebaiknya coba konsultasikan dokter untuk memastikan apa ia memang memiliki alergi ataupun intoleransi laktosa. Konsultasikan juga tindakan apa yang harus dilakukan saat reaksi alergi terjadi.
2. Berikan ASI
Jika anak masih berusia kurang dari 1 tahun, air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuknya. Nutrisi alami yang terkandung dalam ASI sangat penting bagi sistem imun
bayi dan tidak menimbulkan alergi pada anak. Namun jika anak memang positif mengalami alergi susu, sebaiknya ibu juga mengurangi konsumsi produk susu sapi dan olahannya. Protein
susu yang ibu konsumsi dapat dialirkan ke bayi melalui ASI.
3. Beralih ke susu kedelai
Anda bisa mengganti protein hewani yang berasal dari susu sapi menjadi protein nabati dari susu soya (susu kedelai). Susu soya adalah susu formula bebas laktosa yang bisa digunakan untuk membantu anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. Kelebihan susu soya terletak pada isolate protein kedelai yang memiliki protein tinggi yang setara dengan protein susu sapi.
Cari tahu info seputar alergi susu pada anak di sini
Sumber: Kalbe Store
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia