AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ibu Hamil
Dream - Proses kehamilan selama sembilan bulan lamanya bukan hal yang mudah. Perubahan dan keluhan fisik pastinya dialami para ibu. Mereka akan merasakan mual, mudah lelah, sakit kepala, hingga sulit tidur.
Tak hanya itu, kondisi psikologis juga jadi lebih sensitif. Peran suami atau calon ayah sangat besar dalam proses ini. Tentunya untuk membuat kehamilan jadi lebih nyaman dan ibu jadi lebih
tenang selama proses persalinan. Lalu apa saja yang sebaiknya dilakukan para ayah?
Pijatan ringan
Meski tak lihai memijat, sentuhan atau pelukan akan sangat membantu para ibu untuk mengurangi level stres selama kehamilan. Pijatan di kaki, punggung atau leher akan sangat membatu ibu hamil untuk lebih rileks. Cara ini juga bisa membuat para ayah melakukan kontak dengan janin di rahim sambil mengajaknya bicara.
Pekerjaan rumah
Saat hamil tubuh sangat mudah lelah, tak boleh membawa benda berat apalagi naik turun tangga. Jadi, jangan segan untuk turun tangan melakukan beberapa pekerjaan rumah. Terutama pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik dan bisa berbahaya bagi ibu hamil jika melakukannya.
Pelajari prosesnya
Banyak Ayah yang tidak memiliki waktu untuk mempelajari tentang kehamilan dan proses melahirkan. Temani pasangan Anda saat mendatangi kelas prenatal dan memeriksa kandungan.
Ikut serta mempelajari hal tersebut akan sangat membantu, terutama ketika ayah harus membuat keputusan besar, saat ibu berada di ruang persalinan.
Dukungan emosi
Terjadi fluktuasi hormon selama proses kehamilan. Tak heran kalau ibu hamil sangat mudah menangis, tertawa, kesal dan kondisi perasaannya bisa berubah dengan cepat. Sabar dan selalu menemaninya adalah kunci agar emosinya bisa kembali stabil. Ia sangat membutuhkan dukungan suami untuk bisa menopang kebutuhan emosinya.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: The Spurce
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli