Sabtu, 17 Oktober 2026 Cari

Penuh Haru, Hanum Rais Tuliskan Pengorbanan Sang Ibunda

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 14 Maret 2017 16:01
Penuh Haru, Hanum Rais Tuliskan Pengorbanan Sang Ibunda
Ketika sang ibu mengalami Bell's Palsy, ia tetap menemani Hanum. Duduk mengantri berjam-jam di rumah sakit, jauh dari rumah.

Dream - Selama 11 tahun menikah, Hanum Rais dan suaminya Rangga Almahendra berjuang untuk mendapatkan buah hati. Sekian banyak program kehamilan yang dijalaninya selama
bertahun-tahun dan gagal, akhirnya Hanum hamil pada 2016 melalui program bayi tabung (IVF).

Rangga dan Hanum pun dikarunia putri lucu yang mereka beri nama Sarahza Reashira, yang lahir Rabu 14 Desember 2016. Perjuangan pasangan ini juga mendapat dukungan luar biasa dari ibunda Hanum, yang merupakan istri dari Amien Rais, Kusnasriyati Sri Rahayu. Selama program kehamilan, sang ibunda setia menemani Hanum.

Hal tersebut diceritakan penulis novel " 99 Cahaya di Langit Eropa" ini di akun Instagramnya. Bahkan ketika sang ibu mengalami Bell's Palsy, ia tetap menemani Hanum. Duduk mengantri berjam-jam di rumah sakit, jauh dari rumah, membuat Hanum terharu akan perhatian sang ibunda.

" Ibu ibu dan ibu. Setiap melihat wajah Ibu, aku menunduk. Ada sebuah sudut di relung yang menangis. Dan inilah mengapa aku selalu menunduk," tulis Hanum.

Setelah mendapatkan putri, Hanum kian trenyuh dengan sikap sang ibunda yang hingga saat ini terus menerus mencurahkan perhatiannya pada anak-anaknya. Bahkan ketika ia terserang sakit yang serius. Berikut tulisan Hanum yang membuat banyak orang terharu.

 

Ibu ibu dan ibu. Setiap mlihat wajah Ibu,aku menunduk. Ada sebuah sudut di relung yg menangis. Dan inilah mengapa ak selalu menunduk. Ibulah yg getol menyuruhku coba coba dan coba lagi. Ia bahkan berjanji akan menemaniku slm promil di Sby selama apapun dibutuhkan. Usia ibu 66,tp demi anaknya yg punya harapan besar ttg anak juga, ibu rela menemani sy setiap hari untk ngantri, duduk di ruang tunggu RS sampai kedinginan. Hingga suatu pagi ibu berkaca: Num, mukaku kok agak mencong ya? Apa gara2 makan udang ya alergi? Awalnya akmengamini. Tp sbg dokter, jiwaku mengatakan ada yg salah. Muka sebelah kiri ibu paralisis. Kaku. Alergi tdk spt ini.Tp kalau stroke jg tdk spt ini. What happened?!! Ternyata ibu terkena bell's palsy, serangan virus pdsaraf wajah ke7 krn kedinginan hingga mati rasa. Pastilah krn sering kedinginan di ruang AC RS. Membutuhkan terapi yg lama utk sembuh. Tahukah apa kata Ibu ketika kuminta beliau pulang ke Jogja agar mendpt terapi yg efektif drpd dikota orang yg tdk kenal siapa2? " Aku udh janji sama kamu nemenin kamu Nduk. Kata dokter terapinya lama. Udah ntar diterapi sendiri dikasih anget2 aja nanti kan balik sendiri" Sempat kita fight, karna ak ingin Ibu pulang tapi Ibu insist tidak mau. Apalagi setelah tahu aku dinyatakan Hamil. Ibu ingin masakin aku. Pokoknya aku harus dihati hati in. Hingga walhasil, terapinya pun terbengkalai. Dan wajahnya, mengingat karena usia jg, prognosis terapi tak berjalan baik. Itulah mengapa wajah Ibu sebelah kiri sedikit miring. Hingga kini, meskipun berkurang banyak, terkadang sy masih bisa membaca bekas Bell Palsy nya itu. Itulah Kusnasriyati Sri Rahayu. " Udahlah udah tua mau ngapain sih? Mau oplas? Halaah. Yang penting kan kamu skrg punya Sarahza! Anggep aja kalao ibu enggak Bell Palsy enggak ada Sarahza he he he" , katanya berkelakar. Itulah mgpa setiap ak menatap wajah Ibu,ak menunduk. Karna pengorbanannya yg tak terkira. Cinta Ibu memang sepanjang jalan. Tak lekang jaman dan waktu. Setiap aku memberi ASI pd Sarahza ak katakan: Sarah, jd perempuan kuat spt nenekmu ya. Aku berdoa Ibu diberi usia panjang agar Sarah bs kenal baik dgn org yg memperjuangkannya. Aamin. #IVFJourney

A post shared by hanum salsabiela rais (@hanumrais) on

 

Sebelumnya Hanum juga menuliskan bagaimana sang ayah, Amien Rais, yang ia 'pergoki' di sudut malam, berdoa dengan mata yang basah. Doa-doa tersebut penuh dengan nama Hanum dan Rangga yang sangat mendambakan keturunan. Terlihat cinta luar biasa Amien Rais kepada sang putri dan menantunya.

Bahkan salah satu jemaat di mesjid tempat biasa Amien menjadi imam solat Subuh bercerita kalau setelah menjadi imam, Amien Rais sering menyelipkan doa untuk Hanum Rangga dan memohon semua jamaah mengamininya.

 

Mgkn terdengar subyektif, karena saya adalah putrinya. Tapi ketika Bapak meluangkan waktunya yg sempit utk hadir menjemput Sarahza dr RS Hermina hari itu, saya berlinang air mata. Saya jadi teringat bahwa masa kecil saya mgkn berbeda dgn masa kecil kebanyakan org. Rumah kami, pintunya terbuka utk semua org. Sejak kecil, sy sdh terbiasa ditinggal Bapak utk pengajian di Muh, kegiatan dakwah sana sini, hingga suatu hari saya merenung: saya mengikhlaskan,Amien Rais bukanlah bapak saya pribadi tapi saya 'wakafkan' utk umat di luar sana juga. Tapi tahukah Anda? Di luar sepak terjang perjuangannya yg tampakdi TV, di media, ia tetaplah ayah bagi putra putrinya. Suatu dinihari, saya terbangun utk ke belakang, kebetulan hari itu saya tidur di rumah Ortu. Saya mendengar seseorang tengah bertahajud dan saya mengenal suaranya, Bapak. Terdengar doa beliau berkali kali spt ini: " Rabbana Habla Hanum wa Rangga milladunka dzurriyatan thoyyibatan innakasaamiiuddu'aaa. Tak perlu tahu artinya, saya tahu maksudnya karena ia menyebut nama saya dan Rangga berkali-kali. Doa apakah selain permohonannya utk sang Khalik memberikan keturunan pada putrinya segera? Saya berdiri tertegun di balik pintu. Saya menitik air mata�. Bapak sampai menghela nafas panjang dan terdengar suara hidungnya yg basah. Mgkn itu salah satu asanya, ingin melihat saya memiliki keturunan. Doa Bapak sehabis sholat yg tak pernah padam ini juga disaksikan para pejuang subuh di masjid dekat rumah. " Pak Amien tiap habis ngimami Subuhan di masjid menyelipkan doa buat Mba Hanum dan Mas Rangga dan mohon semua jamaah mengamininya" , kata salah satu jamaah. Ketika akhirnya saya hamil dan akhirnya melahirkan Sarahza, pejuang Subuh lainnya memggumam: " berdoa tanpa putus itu spt menyusun anak tangga yg semakin tinggi. Awalnya hanya setinggi sekian centi, lalu kita naik. Kita buat lagi, jadi sekian puluh centi hingga akhirnya ratusan meter dan menyentuh bahkan menyundul langit. Disitulah, langit membuka pintu. Apalagi yg mendoakan banyak, tangganya makin cepat tinggi dan makin banyak menyundul langit beramai-ramai. Pasti yg di atas langit gak mgkn gak mbukain, Mbak" #11Tahun #ThepowerofDu'a #AmienRais

A post shared by hanum salsabiela rais (@hanumrais) on

 

Sungguh luar biasa cinta orangtua. Untaian doa yang terus menerus dari mereka, menurut Hanum seperti anak tangga yang dibangun satu persatu hingga sampai pada Allah SWT.

 

Sumber: Instagram

 

 

 

Beri Komentar