8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu kekhawatiran orangtua saat menanti kelahiran buah hati ke dunia adalah kondisi kesehatannya. Kasus penyakit bawaan pada anak yang termasuk langka, kini mulai jadi perhatian.
Para ibu dan survivor seringkali membagi pengalamannya di media sosial untuk meningkatkan kewaspadaan. Penyakit langka yang merupakan bawaan memang cenderung sulit dideteksi dan diagnosis.
Dokter spesialis anak RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Damayanti R. Sjarif mengatakan tidak ada cara pasti untuk mencegah anak terkena penyakit langka. Hal tersebut karena kondisi bawaan genetik
" Kita tidak pernah tahu (anak akan kena penyakit langka). Itu penyakit genetik, kecuali kalau ada keluarga yang punya riwayat penyakit kelainan genetik," ujar dr. Damayanti di Fakultas Kedokteran UI, Salemba, beberapa waktu lalu.
Adanya kelainan genetik bisa saja terjadi tiba-tiba. Misalnya seseorang lahir dari keluarga yang tidak punya riwayat kelainan genetik lalu menikah. Mungkin saja pasangan ternyata punya kelainan genetik, tapi tidak terdeteksi. Anak yang dihasilkan bisa menderita penyakit langka.
Damayanti menambahkan ada gejala khas yang perlu diperhatikan kemungkinan anak mengalami penyakit langka. Pertumbuhan dan perkembangan anak mendadak mundur.
" Langsung diperiksa. Minimal lima persen ada obatnya. Kalau misalnya tidak ada obat, ada perawatan. Kita bisa membuat hidupnya (anak) lebih nyaman," ungkap dr. Damayanti
Dari data RSCM Jakarta menunjukkan sebagian besar pasien penyakit langka adalah anak-anak. Berkat kemajuan teknologi dan pengetahuan, selama kurun waktu 2000-2017, sudah ada
120 pasien penyakit langka yang terdiagnosis di RSCM.
Kasus penyakit langka yang terdiagnosis di RSCM adalah mukopolisakaridosis (kelainan genetik). Seluruh pasien mendapatkan penanganan berupa obat, makanan, dan terapi.
Sumber: Fitri Haryanti Darsono/ Benedikta Desideria/ Liputan6.com
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian