AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehamilan bagi sebagian besar pasangan dapat membuat hubungan jadi lebih mesra dan intim. Namun ada juga yang malah berdampak sebaliknya. Keintiman malah berkurang dan berujung pada perselingkuhan.
" Banyak pasangan yang mungkin tidak ingin mendengar hal ini, terutama selama kehamilan, tapi hal ini boleh dibilang sering terjadi," kata Scott Haltzman, MD, asisten profesor psikiatri klinis di Brown University Medical School di Providence, RI, dan penulis buku " The Secrets of Happily Married Women" .
Perselingkuhan saat kehamilan ternyata bukan hanya dipicu karena kebutuhan seks semata. Tetapi lebih pada keintiman yang berkurang dan kebutuhan emosi yang tak terpenuhi.
" Bisa jadi karena adanya sisi emosional yang tak didapatkan dari pasangan, seperti keinginan untuk diperhatikan, dimanja atau diistimewakan," ujar Haltzman.
Mengingat semua perubahan yang terjadi selama kehamilan, kebutuhan yang mungkin biasa dipenuhi oleh pasangan jadi tidak terpenuhi. " Bagi banyak pria, melakukan hubungan seks adalah bentuk kedekatan emosional," kata Haltzman.
Ketika pasangan mereka menolak, maka para pria menganggap bukan hanya secara seksual, tetapi juga secara emosional. Banyak juga pria yang takut takut situasinya akan bertambah buruk setelah bayi lahir.
Selama hamil para ibu memang sangat dipengaruhi hormon. Belum lagi bentuk tubuh yang membesar, kulit menghitam, mudah lelah, membuat hasrat untuk bermesraan menurun bahkan hilang. Dalam momen-momen inilah para suami semacam membutuhkan 'pelarian' sejenak.
" Tetap menjaga keintiman selama hamil adalah hal yang wajib dilakukan. Jika memang kehamilan tak bermasalah, berhubungan intim tentunya boleh dilakukan. Bicarakan apa yang Anda rasakan dengan pasangan. Meminta pengertian dan bukan diam saja. Kadang memang pria memang tak teralau peka pada hal yang dialami pasangannya," ungkap Haltzman.
Melakukan aktivitas menyenangkan bersama, babymoon ke tempat yang diimpikan juga bisa jadi cara untuk menjaga kemesraan. Libatkan pasangan dalam menyiapkan banyak hal, menyambut buah hati. Minta pendapatnya. Dengan begitu ia merasa dibutuhkan dan tak 'ditinggalkan'.
Sumber: Fit Pregnancy
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli