AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Olahraga Bola (Foto: Shutterstock)
Dream - Aktivitas fisik dan olahraga bagi anak-anak memang sangat dianjurkan. Dengan mereka aktif secara fisik, pertumbuhannya jadi lebih optimal. Kondisi psikologis pun jadi lebih sehat, anak bisa belajar bersaing secara sehat dan merasakan kalah atau menang.
Dalam memilih olahraga untuk anak, pastikan olahraga tersebut aman. Dokter Bennet Omalu, seorang pathologi forensik, mengungkap kalau membiarkan anak melakukan olaharga keras
yang penuh dengan kontak fisik intensif, lebih parah dari memberi mereka rokok.
" Anak sudah pakai helm, tapi kepala mereka akan terbentur berkali-kali. Apapun bisa terjadi termasuk kehilangan kesadaran akibat benturan yang membuat otaknya cedera. Jadi lebih
bahaya mana? Aku malah berpendapat menyertakan anak dalam olahraga kerasa termasuk kekerasan pada anak," ujar Omalu, seperti dikutip dari Parents.
Ia pun menganjurkan agar orangtua tahu detail olaharga yang dikuti anak, apalagi jika termasuk olahraga keras. Ada jenis olahraga yang tak direkomendasikan untuk anak berusia di bawah 18 tahun.
Jenis olahraga tersebut yaitu american football, ice hockey, bela diri, boxing, gulat dan rugby. Omalu juga memperingatkan kalau sepakbola juga menyimpan bahaya bagi anak. Untuk itu ia
merekomendasikan usia tertentu.
" Sepakbola harusnya hanya boleh dimainkan oleh anak anak yang berusia di atas 12 tahun. Anak di bawah usia tersebut mungkin bisa memilih jenis olahraga bola lain yang kontak fisiknya
lebih sedikit," ungkap Omalu.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli