Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pekerjaan rumah yang diberikan guru di sekolah kini mulai banyak mendapat kritikan. Pasalnya, PR yang diberikan sangat banyak. Tak menjamin anak belajar dengan efektif dan kurang memancing kemampuan analisisnya.
Hal tersebut juga sangat menyita waktu anak. Padahal baik anak maupun remaja membutuhkan kehidupan sosial yang lain seperti bermain, bergaul, beraktivitas fisik dan tentunya istirahat yang cukup dan berkualitas.
Sebagai orangtua, Anda bisa menilai tugas dari sekolah yang diberikan membuat anak hanya sekedar sibuk atau bikin pintar. Apa itu pekerjaan rumah yang hanya bikin sibuk?
" Tugas yang membutuhkan banyak waktu tetapi tidak memberikan nilai pendidikan apa pun kepada seorang siswa. Dengan kata lain, anak mungkin terlihat sangat sibuk, tapi tidak belajar apa pun darinya. Seperti harus mengerjakan berlembar-lembar soal yang jawabannya sangat textbook," ungkap Amy Morin, seorang psikolog, dikutip dari Verywell.
Sementara pekerjaan rumah yang efektif adalah memicu siswa melakukan pembelajaran, menganalisis dan mempraktikannya. Idealnya, tugas atau PR yang diberikan memberi siswa kesempatan untuk belajar dengan cara mereka sendiri.
Termasuk menemukan sendiri solusi dari masalah yang hadapi dengan cara yang mereka kuasai. Biasanya berupa tugas menganalisis masalah, yang membutuhkan waktu dan merangsang pemikiran kritis dari anak. Setelah itu, guru akan meminta anak mempresentasikannya di depan kelas.
" Tugas yang lebih kompleks, mendalam, cenderung membuat anak lebih mengerti secara konsep," kata Amy.